Selain Menjadi Unsur Pimpinan, Warga PSHT Tingkat II Diharapkan Mampu Menjadi Contoh Dan Panutan Bagi Warga PSHT Dan Masyarakat Luas

0
79

Sei Lembu, auramedia.co – Sebanyak 17 pendekar PSHT Region I Sumatera diwisuda sebagai warga tingkat II. Salah seorang dari pendekar tersebut adalah Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH. Selain untuk menjadi unsur pimpinan dalam organisasi, para pendekar yang diwisuda diharapkan mampu menjadi contoh dan panutan bagi keluarga PSHT dan masyarakat luas.

Menurut pantauan wartawan, (15/09/20) malam pengesahan warga tingkat II Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Region I Sumatera tahun 2020 di Sei Lembu berjalan lancar. Pengesahan di hadiri oleh Majelis Luhur, Ir. Bambang Kartono, MBA dan Ir. Eddy Asmanto, Dandim 313/KPR, Kapolres Kampar, Kadis Pendidikan dan Olahraga, Drs. H. Yasir dan keluarga PSHT dari Medan dan Pasaman serta tamu undangan lainnya.
H. Catur Sugeng Susanto, SH memimpin pembacaan sumpah bersama 16 pendekar yang mengikuti pengesahan warga tingkat II PSHT Region I Sumatera Tahun 2020
Ketua PSHT Region I Sumatera, Munari kepada wartawan mengatakan, bahwa seyogyanya yang diwisuda sebanyak 21 pendekar, tetapi 3 orang didiskualifikasi sewakti mengikuti pelatihan dan 1 (satu) orang tidak bisa mengikuti wisuda karena sakit, sehingga hanya 17 pendekar yang bisa mengikuti pengesahan warga tingkat II PSHT Region I Sumatera tahun 2020,ungkap Munari.
Lebih lanjut Munari menjelaskan,  bahwa 17 pendekar yang diwisuda sebagai warga tingkat II adalah warga PSHT tingkat I yang kemudian mengikuti pelatihan kenaikan tingkat II selama 1 (satu) tahun. Pelatihan didampingi oleh Majelis Luhur, Ir. Bambang Kartono yang dipusatkan di padepokan PSHT Kampar di Desa Sei Lembu.
Semua warga tingkat II PSHT yang baru diwisuda diharapkan memiliki sifat baik dan berbudi luhur dan tahu benar salah, berupaya mempererat tali persaudaraan serta guyup rukun. Tidak mementingkan diri sendiri ketika dipentingkan orang lain, ungkap Munari.
Sementara itu, Majelis Luhur, Ir. Bambang Kartono, MBA  mengatakan, bahwa warga PSHT tingkat II harus memiliki identitas, bersifat baik dan benar di mata masyarakat dan tuhan,  mempunyai sifat yang jujur dengan berani mengatakan yang benar dan bukan mengatakan yang sebaiknya. karena jika kita mengatakan yang sebaiknya, perilaku kita itu akan bisa menjerumuskan yang kita ajak bicara tersebut, ungkap Bambang.
Bambang menambahkan, warga PSHT memiliki jiwa berani karena benar dan takut karena salah. Warga PSHT juga harus bersandar kepada sang pencipta. bersikap baik dan benar dalam kehidupan. Selalu merasa bersyukur. “Terimalah hakmu seberapa adanya”, ungkap Bambang.
Sementara Majelis Luhur, Ir. Eddy Asmanto menjelaskan, bahwa selama menjadi warga PSHT tingkat I, maka dinilai kepribadiannya, kematangan dan kedewasaannya. Jika warga tingkat 1 memiliki nilai baik tentang kepribadian, kematangan dan kedewasaannya, maka warga tersebut baru bisa mengikuti pelatihan untuk naik tingkat II, jelas Eddy.
Warga PSHT tingkat II  adalah warga yang bakal menjadi unsur pimpinan organisasi. Warga PSHT tingkat II yang baru diwisuda diharapkan dapat memperkuat organisasi. Warga PSHT tingkat II yang baru dilantik diharapkan dapat menjadi panutan dan contoh yang baik bagi keluarga PSHT dan masyarakat luas, ungkap Eddy.
Sementara itu, salah seorang warga PSHT tingkat II yang juga merupakan Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH kepada wartawan merasa bersyukur bisa mengikuti prosesi pengesahan warga tingkat II PSHT Region I Sumatera tahun 2020. Kepada wartawan Catur juga mengaku sudah menjadi warga PSHT semenjak 15 tahun yang lalu. Dan untuk bisa diwisuda sebagai warga tingkat II, dirinya bersama 16 pendekar lainnya telah mengikuti pelatihan khusus selama 1 (satu) tahun, jelas Catur dengan senyuman khasnya.
Sebagai warga PSHT tingkat II, Catur Sugeng berharap dirinya bisa menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan dapat memberikan manfaat kepada organisasi dan manfaat kepada masyarakat luas, harap Catur.
Sebagai warga PSHT yang juga saat ini tengah memegang amanah untuk menjadi Pemimpin di negeri Serambi Mekkah Provinsi Riau, Catur Sugeng Susanto berharap dirinya bisa menjadi pribadi yang memiliki kematangan dan kedewasaan dalam kepemimpinan. Catur berharap dirinya mampu menjadi pemimpin yang baik dan benar, pemimpin yang memiliki tanggung jawab dan budi pekerti yang luhur, pemimpin yang menyayangi semua golongan  serta pemimpin yang tahu benar dan salah, harap Catur.
Melalui media Catur juga menyampaiakan harapannya, semoga dengan kepemimpinnannya, Kampar bisa menjadi lebih maju dan lebih baik serta mampu mensejahterahkan masyarakat Kampar, ungkap Catur.(Adi Jondri).