Pemda Kampar Komit Melaksanakan Program Intervensi Stunting Di Negeri Serambi Mekkah

0
43

Bangkinang Kota, auramedia.co – Pemda Kabupaten Kampar komit menekan angka stunting di wilayah Serambi Mekkahnya Provinsi Riau. Berdasarkan Keputusan Bupati Kampar Nomor: 440.439/VI/2020 Tentang Penetapan Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Kampar, terdapat 16 desa yang dijadikan Lokus Stunting pada tahun 2020. Prevalensi Stunting Kabupaten Kampar menurun dari 32.99% pada tahun 2019 menjadi 23.07% pada tahun 2020.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, H. Dedy Sambudi, SKM. M.Kes kepada wartawan, (14/1,0/20) seusai kegiatan Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting Kabupaten Kampar tahun 2019-2020 secara virtual di Balai Bupati Kampar, (14/10/20).
Lebih lanjut Dedy Sambudi mengatakan, untuk menekan angka stunting tersebut, Pemda Kampar melaksanakan beberapa program intervensi yang melibatkan beberapa OPD terkait, diantaranya Bappeda, Dinas kesehatan, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olagraga, Dinas perikanan, Dinas Ketahanan Pabgan, Dinas Koninfo, Dinas PMD, Dinas Perkebunan, Disdukcapil, Kemenag, DPPKBP3A, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, dan Dinas PU Perkim, ungkap Dedy.
Dedy juga menjelaskan, Masing-masing OPD juga telah menyediakan anggaran untuk pelaksanaan program tersebut, diantaranya Dinas kesehatan sebesar Rp. 2,2 milyar lebih melalui APBD dan Rp. 1,8 milyar melalui APBN, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olagraga sebesar Rp. 1 milyar lebih, Dinas perikanan sebesar Rp. 200 juta, Dinas Ketahanan Pangan sebesar Rp. 200 juta, Dinas PMD sebesar Rp. 575 juta lebih,  DPPKBP3A sebesar Rp. 65 juta melalui APBD dan sebesar Rp. 189 juta lebih melalui APBN, Dinas Sosial sebesar Rp. 1,2 milyar lebih, Dinas PUPR sebesar Rp. 2,7 milyar lebih melalui APBD dan sebesar Rp. 7,1 milyar lebih melalui APBN, Dinas Pertanian sebesqr Rp. 100 juta, dan Dinas PU Perkim sebesar 1,6 milyar melalui APBD Kabupaten Kampar, jelas Dedy.
Dedy membahkan, program intervensi spesisifik yang telah dilaksanakan adalah pengukuran tinggi badan Balita, penimbangan berqt badan Balita, sweeping penimbangan dengan posyandu mobile pemberian TTD rematri dan minum TTD rematri, pemeriksaan Hab rematri, pemberian Vitamin A, ASI eksklusif, konseling ASI dikelas ibu hamil dan kelas ibu hamil, pengukuran LILA ibu hamil, konseling posisi pelekatan menyusui yang tepat, pemberian PMT Bumil, pemberian PMT Balita, konseling gizi Balita, kampanye gizi seimbang melalui konseling gizi seimbang dengan isi piringku, PMT Balita gizi seimbang dan lomba menu gizi seimbang. Selain progam intervensi spesifik, Pemda Kampar juga melaksanakan program intervensi sensitif, diantaranya program pembangunan IPAL dan IPLT  oleh PU Perkim, pembangunan MCK dan Pamsimas  oleh PUPR, pemicuan STBM, bina keluarga Balita, edukasi 1000 HPK melalui KIE BKB KIT Emas, Ocu Mapan oleh Dinas Ketahanan Pangan, program peningkatan hasil produksi ternak oleh Donas Perkebunan dan Peternakan, program bedah rumah, bantuan sosial tunai dan bantuan pangan non tunai oleh Dinas Sosial, pelatihan keamanan pangan desa oleh BPOM, pelatihan aplikasi Dapodik PAUD oleh Dispora, konseling Catin oleh Kemenag, penerbitan NIK, Akta lahir dan kartu identitas anak oleh Disdukcapil dan program bursa inovasi desa oleh dinas PMD, ungkap Dedy.
Kepala Bappeda Kampar, Ir. Azwan didampingi Kadiskes Kampar, Dedy Sambudi, SKM. M. Kes saat menyampaikan pelaporan pada penilaian kinerja aksi konvergensi pencegahan dan penurunam stunting Kabupaten Kampar tahun 2019-2020 melalui virtual
Dedy juga menambahkan, Pemda Kampar juga telah melaksanakan penandatanganan komitmen bersama rembuk stunting 2020 dan penyerahan penghargaan kepada desa yang berhasil menurunkan stunting.  Selain melaksanakan program intervensi  spesifik dan sensitif, Pemda Kampar juga melaksanakan beberapa program lain sebagai upaya menurunkan angka stanting di wilayah Kabupaten Kampar.(Adi Jondri).