Catur Sugeng Berharap Bantuan Rumah Dapat Membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah

0
183

Sungai Tonang, auramedia.co – Catur Sugeng Susanto berharap bantuan bedah rumah dapat membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah. Selain bantuan dari APBN dan APBD Provinsi Riau, Pemda Kampar telah mengaggarkan sebesar Rp. 5.950.000.000 untuk 340 unit bedah rumah pada APBD Kampar tahun 2020.

Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH Datuk Rajo Bertuah pada kegiatan penyerahan bantuan beras dan bedah rumah kepada masyarakat Desa Sungai Tonang Kecamatan Kampar Utara, (19/10/20)  di halaman kantor Desa Sungai Tonang mengatakan, bahwa Pemda Kampar melaksanakan program bedah rumah untuk masyarakat yang berpenghasikan rendah. program bedah rumah diharapkan dapat membantu masyarakat miskin agar bisa men1stapatkan rumah yang layak.
Bupati Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH DatukbRajo Bertuah terlihat berdiskusi denganbSekretaris Dinas Pu Perkim, Muhammad Katim, ST. MT didampingi Kabid Perumahan Pemukiman, Syarkawi Arief, ST di sela kegiatan penyerahan bantuan beras dan bedah rumah kepada masyarakat Sungai Tonang Kecamatan Kampar Utara
Catur Sugeng mengatakan, pada APBD Kampar tahun 2020, Pemda Kampar telah mengangarkan pembangunan 340 unit bedah rumah. Selain membangun 340 unit rumah, Pemda Kampar juga membangun kordinasi dengan Pemprov Riau, dan pada Tahun 2020, Pemda Kampar juga mendapatkan bantuan dari APBD Provinsi Riau sebanyak 127 unit rumah. Pemda Kampar juga membangun kordinasi dengan pusat melalui bamtuan Anggota DPD RI, Edwin Pratama Putra dan Anggota DPR RI, H. Syahrul Aidi Ma’azat. Berkat kordinasi dan komunikasi yang baik, melalui APBN tahun 2020, Pemda Kampar mendapatkan bantuan bedah rumah sebanyak 1100 unit lebih, ungkap Catur Sugeng.
Sementara itu, Sekretaris Dinas PU Perkim Kabupaten Kampar, Muhammad Katim, ST. MT didampingi Kabid Perumahan Pemukiman, Syarkawi Arief, ST dan Kasi pembangunan Perkim, Zulkifli menjelaskan, bahwa pelaksanaan pembangunan bedah rumah Kabupaten Kampar sudah selesai sekitar 90%. Pelaksanaan pembangunan berjalan lancar tanpa kendala yang menghalangi pelaksanaan pembangunan bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, ungkap Katim.
Lebih lanjut Katim menjelaskan, bahwa pelaksanaan pembamgunan melalui pola pemberdayaan. Anggaran langsung diserahkan kepada penerima melalui Kelompok Penerima Bantuan (KPB) yang dibentuk oleh desa dan di SK kan oleh Kepala Desa. Agar pelaksanaan berjalan baik dan benar, dinas membantu KPB melalui fasilitator, ungkap Katim.
Sementara itu, penerima bantuan bedah rumah, Zulfahmi (43) didampingi isteri, Santi (39) kepada wartawan mengaku bersyukur dengan bantuan yang diberikan pemerintah kepada dirinya.
Zulfahmi mengaku, jika tidak dengan bantuan tersebut, dirinya mungkin tidak sanggup membangun rumah dengan kondisi ekonomi yang sulit saat ini, ungkap Zulkifli.
Hal yang sama juga disampaikan Nurman (36). Nurman mengaku bahagia bisa menempati rumah yang sudah dibangun tersebut bersama isteri dan dua orang anaknya.
Melalui media Nurman menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah. Nurman juga berharap agar program tersebut terus berjalan pada tahuntahun yang akan datang.(Adi Jondri)