Usia Ke – 71, Saatnya Kampar Menuju Kota Pendidikan dan Kota Pariwisata

0
169

Bangkinang Kota, auramedia. Co – Di usia ke – 71, saatnya Kampar memantapkan diri menuju kota pendidikan dan kota pariwisata. Potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) menjadi faktor pendukung menjadikan negeri Serambi Mekkah Provinsi Riau tersebut menjadi kota pendidikan dan kota pariwisata. Membangun dengan kebersamaan serta memiliki pola pikir komprehensif dari seluruh stakeholder menjadi kunci utama dalam mencapai Kampar sebagai kota pendidikan dan kota pariwisata.

Pemerhati pendidikan dan praktisi hukum yang juga Dekan Fakultas Hukum Universitas Pahlawan (UP) Riau, DR. (Cand) Syahrial Puga,  S. Sos. I,  SH. M. Si,  MH,  CSRP kepada wartawan, (01/02/21) di Bangkinang Kota mengatakan, bahwa usia ke – 71 harus mampu dijadikan sebagai momentum evaluasi diri untuk menjadikan Kampar lebih maju dan lebih baik.

Kepada wartawan Syahrial menjelaskan, bahwa Kabupaten Kampar sangat layak menjadi Kota pendidikan dan kota pariwisata. Potensi sebagai kota pendidikan, Kampar dari segi SDM banyak memiliki profesor, diantaranya Prof.  DR.  Amir Lutfi, Prof.  DR.  HM.  Nazir Karim, MA,  Prof.  DR.  Munzir Hitami,  Prof.  DR.  Akbarizan,  Prof.  DR.  Khairunnas, Prof. DR.  Yusri Munaf dan lain-lain serta puluhan atau bahkan ratusan Doktor putra Asli Kampar, baik yang berkiprah di dalam daerah maupun di luar daerah bahkan di luar negeri. Kampar juga memiliki satu universitas, satu politeknik dan satu sekolah tinggi dan didukung oleh ratusan sekolah umum maupun sekolah agama. Kampar juga memiliki pondok-pondok pesantren yang terkemuka didirikan oleh para ulama dan alumninyapun sudah banyak menjadi ulama di rovinsi Riau, ungkap Syahrial.

Sementara untuk potensi wisata, Kampar banyak memiliki objek wisata alam yang jarang dimiliki oleh daerah-daerah lain. Hanya saja, untuk pengembangan pariwisata itu butuh perjuangan yang serius dan sungguh-sungguh dari seleruh elemen terkait, agar mampu menjadi sumber pendapatan ekonomi masyarakat Kabupaten Kampar, ungkap Syahrial yang juga merupakan mantan aktivis kampus yang pernah menjabat sebagai Sekjen dan presedium Forkom Ipemari.

Syahrial menambahkan, dengan unggul di bidang pendidikan dan pariwisata tanpa mengenyampingkan sektor yang lain seperti sektor ekonomi, budaya, kesehatan dan sektor yang lain, maka dengan sendirinya kita akan maju di segala lini. Dengan unggul di bidang pendidikan, maka pembangunan infrastruktur akan mudah kita wujudkan. Unggul di bidang pendidikan, maka kesehatan masyarakat juga akan mudah kita raih. Unggul di bidang pariwisata, maka ekonomi masyarakat akan bisa meningkat dengan sendirinya. Unggul di bidang pariwisata, maka akan bisa membuka peluang usaha bagi masyarakat, terutama usaha kuliner khas daerah yang kita miliki, ungkap Syahrial.

Melalui media, Syahrial menghimbau kepada seluruh stakeholder pembangunan daerah Kampar untuk selalu bersinergi dan membangun kebersamaan, memupuk rasa persaudaraan dan bersatu padu dalam mewujudkan kerukunan dan kedamaian serta kenyamanan dalam hidup bermasyarakat. Di usia yang ke – 71 ini, seluruh elemen masyarakat harus bisa berpemikiran dewasa dengan memiliki pola pikir yang komprehensif. Semua elemen masyarakat harus bisa saling mendukung dan membantu satu sama lainnya.
Semua elemen diharapkan menghilangkan ego sektoral yang dapat menimbulkan permusuhan dan perpecahan. Pembangunan dan kesejahteraan masyarakat tidak mungkin terwujud, jika ego sektoral yang mementingkan diri sendiri dan kelompok tertentu selalu ada dalam diri individu masyarakat Kampar, ungkap Syahrial.

Melalui media Syahrial juga mengingatkan, dalam membuat kebijakan pembangunan daerah, pemerintah dan elemen terkait jangan gegabah dan jangan sampai tidak mengkaji aspek hukumnya. Pembangunan harus jalan dan kita laksanakan, tetapi jangan sampai melabrak aturan hukum yang ada. “Berpikirlah sebelum bertindak, Semoga Kampar maju dan masyarakatnya sejahtera”, himbau Syahrial mengingatkan dalam rangka memperingati HUT Kampar ke – 71. (Adi Jondri)