Bupati Kampar Hadiri Kegiatan “Kuah Baiwik Dagiong Bacoca” Datuk Somad Dirajo

0
140

Kuapan, auramedia.co – Bupati Kampar hadiri kegiatan “Kuah Baiwik Dagiong Bacoca” penobatan Datuk SOmad Dirajo Persukuan Bendang Kenegerian Kampa. Kegiatan ┬áKua Bauwik Dagiong Bacoca dihadiri oleh seluruh ninik mamak dan anak kemanakan kenegerian Kampa. Dengan dinobatkannya Afrizal Hidayat, B. COMM sebagai Datuk Somad Dirajo.

Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH Datuk Rajo Bertuah kepada wartawan, (11/02/21) seusai menghadiri penobatan H. Afrizal Hidayat, B.COMM. MBA sebagai Datuk Somad Dirajo dari Persukuan Bendang di rumah Soko Suku Bendang mengatakan, sebagai bupati yang merupakan payung panji adat Kabupaten Kampar, Datuk Rajo bertuah mengucapkan selamat atas pelantikan Datuk Samad Dirajo.

Catur Sugeng Susanto berharap, agar
Datuk Somad Dirajo dapat bersinergi dengan pemerintah untuk menjadikan Kabupaten Kampar menjadi Kabupaten yang lebih baik.

Melalui media, Catur Sugeng Susanto menghimbau kepada seluruh ninik mamak dan anak kemanakan Kenegerian Kampa khususnya persukuan Piliang untuk bersama-sama membangun negeri. “Basamo Mambolo Nagoghi, Tunggku Tigo Sajarongan”, inilah motto kita dalam menjadikan Kampar menjadi lebih baik dan lebih maju, ungkap Catur Sugeng.

Sementara itu, Dubalang Persukuan Piliang, Ibrahim Datuk Jung palolowan kepada wartawan menjelaskan, bahwa Penobatan Datuk Somad Dirajo Persukuan Bendang Kenegrian Kampa kepada H. Afrizal Hidayat, B. Comm.MBA setelah melalui mekanisme adat yang ada. Kegiatan saat ini, dalam adat istiadat dinamakan dengan kegiatan “Kuah Baiwik Dagiong Bacoca”, dengan mengundang seluruh ninik mamak dan dubalang serta seluruh anak kemanakan Kenegerian Kampar di rumah soko persukuan Bendang, ungkap Ibrahim.

Kepada wartawan Datuk Jung Palolowan juga mengatakan, dengan dinobatkannya Datuk Somad Dirajo, maka sempurnalah, atau sudah lengkap sudah kedelapan ninik mamak kenegerian Kampa. dimana selain Datuk Somad Dirajo, Kebegerian Kampar memiliki tujuh orang ninik mamak lagi. Diantaranya, Pucuk Adat dipegang oleh Syamsiwir Datuk Temenggung (Persukuan Domo), Bahar Datuk Besar ( Persukuan Piliang), Auzar Datuk Tiawan (Persukuan Melayu), Fauzi Datuk Majo (Persukuan Kampai), Afrizal DS Datuk Paduko Tuan (Persukuan Kampai), Mahyudin Datuk Bijo Anso (Persukuan Domo), dan Efendi Datuk Majo Besar (Persukuan Pitopang), jelas Ibrahim.

Ibrahim juga menjelaskan, bahwa penobatan ninik mamak sebelumnya, dipilih melalui kesepakatan anak kemanakan di masing-masing persukuan. setelah itu dibawa ke balai untuk acara “maulu ka balai”, dan untuk Datuk Somad Dirajo, kehmmiatan Maulu Ka Balainya sudah dilaksanakan pada (21/01/21) yang lalu. Pada waktu acara maulu ka balai, datuk yang akan dinobatkan ditanya oleh seluruh ninik mamak kenegerian, kapan acara penobatan (kuah baiwik dagiong bacoca). Terdapat tiga pilihan, diantaranya: satu kali tujuh hari, dua kali tujuh hari, dan tiga kali tujuh hari. Dan penobatan Datuk Samad Dirajo, memilih waktu penobatan dengan tiga kali tujuh hari, maka dinobatkanlah Datuk Rajo Somad Dirajo pada hari ini ini (11/02/21).

Kesepakatan waktu maulu ka balai, dibuktikan dengan penyerahan golang kosek dari Datuk Somad Dirajo sebagai tanda atau janji, dalam bahasa adatnya disebut, ” jonji nan batunang, ayi nan balabo”. Kemudian pada kegiatan penobatan, golang koseknya akan diserahkan kembali kepada Datuk Somad Dirajo, ungkap Ibrahim.(Adi Jondri).