Bagikan Masker, Al-Qur’an, dan Kain Sarung, Safari Dakwah Di Masjid Al-Maarif Binuong dan Taqwa Pulau Lawas Berjalan Sukses

0
94

Kampar, (auramedia.co) – Bagikan masker, Al-Qur’an dan kain sarung serta kalender, Safari Dakwah yang ditaja oleh Dewan Dakwah Kampar bekerja sama dengan Laznas Dewan Dakwah Provinsi Riau, yang menghadirkan Ustadz Robyansyah Al-Faisal MESy dari Jakarta, untuk di Masjid Al-Maarif dan Masjid Taqwa Pulau Lawas, kembali berjalan sukses dan lancar.

Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Dakwah Kampar Ustdaz Samsul Bahri SAg MPd, didampingi Ketua Umum Pemuda Dewan Dakwah Kampar Gustika Rahman SPdI, Bendahara Umum Mardailis Dahlan ST dan Ketua Umum Kantor Pelayanan Zakat (KPZ) Laznas Dewan Dakwah Kampar Ustadz Zulfahmi Muhammad Saleh SHI, hari selasa (16/02/2020) diruang kerjanya.

Ustadz Samsul mengatakan, Safari Dakwah ini kita laksanakan dalam rangka memperingati Milad Dewan Dakwah ke-54 dan Milad Dewan Dakwah Kab. Kampar yang pertama Periode 2019-2024. dalam Safari Dakwah ini. kita terus menghimbau seluruh Jema’ah untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan, dengan mencuci tangan sebelum masuk Masjid, memaki masker dan menjaga jarak.

Bagi Jema’ah yang tidak memakai masker, kita sediakan masker bahkan kita juga menitipkan masker kepada Pengurus Masjid. Selain itu, kita juga menyerahkan Al-Qur’an kepada setiap Masjid yang kita turun, memberikan kain sarung untuk Imam Masjid dan menyerahkan kalender.

Alhamdulillah, saat kita turun di Masjid-Masjid untk melakukan Safari Dakwah (Road Show), Seluruh Masjid menyambut hangat kedatangan kita, tak terkecuali Masjid Al-Maarif Binuong, pada Ahad malam dan Masjid Taqwa pada senin malam tadi, ucap Ustadz Samsul.

Pada acara Safari Dakwah bersama Ustadz Robyansyah Dari Jakarta ini, yang dikenal dengan Da’i Pedalaman Pulau Buru dan juga merupakan Koordinator Da’i Pedalaman Dewan Dakwah Pusat ini, mengisahkan tentang kisah para da’i Dewan Dakwah, yang berdakwah di Desa-Desa Pedalaman dipelosok Indonesia, mulai dari Aceh sampai Papua.

Para Da’i- Da’i Dewan Dakwah tersebut dalam menempuh tempat-tempat yang ditugaskan penuh dengan perjuangan mulai dari masuk hutan, keluar hutan, mengarungi laut dan sungai, mendaki gunung dan berbukitan, bahkan ada yang makan daun selama 10 hari. Itu semua dilakukan demi Mensyi’arkan Agama Islam yang sama-sama kita muliakan ini. Tak jarang dalam menceritakan kisah dakwah dipedalaman ini, membuat para jema’ah terharu dan menangis.

Ternyata, menyuruh orang untuk memeluk Agama Islam di pedalaman itu tidak sulit, cukup pikul beras dan ikan asin selama 2 hari perjalanan, lalu kita serahkan kepada mereka, Insya Allah mereka masuk Islam. Yang susah itu adalah ketika dia sudah masuk Agama Islam, lalu tidak ada yang membinanya atau mengajarkan syari’at Islam.

Jangan sampai terjadi kisah di Mentawai Sumatera Barat, ada disuatu Desa yang sudah masuk Islam sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK), karena tidak ada Pembinaan, 95 KK mereka Murtad, hanya 5 KK yang masih memeluk Agama Islam, itupun mereka tidak tau mana yang halal dan haram, karena Ilmu Agamanya masih dangkal. (Ags/Usm/Ftm)