SYAKBAN YANG TERLUPAKAN

0
66

Bulan Syakban sering terlupakan, saya sering lupa berpuasa di bulan ini, saya lupa berbuat banyak kebaikan. saya lupa karena asyik dalam persoalan kehidupan, sehingga sering bulan Syakban datang dan pergi tanpa terasa dan tanpa disadari.

Saya biasanya disibukkan oleh bulan Rajab, karena pada bulan ini ada peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW. dan dibulan Rajab ini saya sering dapat undangan untuk memberi ceramah tentang Isra’ Mi’raj di langgar-langgar dan di mesjid.

Dan kemudian saya disibukkan lagi oleh bulan Ramadhan dengan berbagai kegiatan. Akibatnya seperti bulan Syakban yang terjepit antara dua bulan besar dan bulan penting itu. Sehingga bulan Syakban seakan-akan terlupakan. Padahal kata guru saya justru bulan Syakban ini memang banyak dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Ia adalah bulan yang diangkatkan Tuhan amal-amal. Saya ingin diangkatkan amal-amal saya ketika sedang berpuasa. Ternyata tidak salah, memang banyak orang yang lupa dengan bulan Syakban. Untuk itulah ketika akan memasuki bulan Syakban ini saya coba membuat tulisan yang membahas perihal bulan Syakban ini, lebih-lebih tentang yang selama ini kita kenal dengan Nisfu Syakban.

Nisfy Syakban hari atau malam pertengahan bulan Syakban (15 Syakban). Nisfu artinya setengah atau seperdua dan Syakban adalah bulan ke delapan dalam perhitungan tahun hijrah. Kata Syakban berasal dari data syi’ab atau jalan di atas gunung. Dikatakan Syakban karena di jalan itu ditemui berbagai jalan untuk menuju kebaikan-kebaikan.

Malam Nisfu Syakban dimuliakan oleh sebagian kaum Muslimin karena pada malam itu ada dua Malaikat Raqib dan Atib yang mencatat amal perbuatan manusia sehari-hari menyerahkan catatan-catatan amal tersebut kepada Allah SWT. Pada malam itu pula catatan-catatan itu ditukar dengan yang baru. Tentu kita ingin lembaran akhir sebagai penutup buku, kita isi dengan amal-amal shaleh dan sewaktu-waktu buku dan lembaran baru dibuka, kita lakukan pula amalan baru yang lebih shaleh, lebih bermanfaat, lebih berguna dan lebih tulus dan ikhlas.

Disamping itu menurut beberapa riwayat dan catatan yang saya peroleh, pada malam nisfu Syakban turun beberapa kebaikan dari Allah untuk Hamba-Nya yang berbuat baik pada malam tersebut. Kebaikan itu antara lain berupa Syafaat (pertolongan), Maghfirah (keampunan), dan pembebasan manusia dari siksaan azab.

Dengan demikian malam nisfu syakban dinamakan juga malam syafaat malam maghfirah dan malam pembebasan.

Malam Syafaat, Imam Al-Gazali berkata pada malam ketiga belas Syakban Allah SWT memberikan kepada hamba-hambaNya sepertiga syafaat, pada malam 14 diberikan-Nya pula 2/3 syafaat dan pada malam ke 15 diberikan-Nya syafaat itu penuh. Hanya yang tidak memperoleh syafaat ialah orang-orang yang sengaja lari pari padaNya.
Malam Maghfirah karena pada malam itu Allah menurunkan keampunan-Nya kepada segenap penduduk bumi. Sabda Rasul : “Tatkala datang Nisfu Syakban Allah memberikan ampunan-Nya bagi penghuni Bumi, kecuali bagi orang yang syirik dan berpaling dari pada-Nya.”

Malam pembebasan ; karena pada malam itu Allah membebaskan manusia dari siksaan api neraka. Sabda Nabi pada Aisyiah :”Wahai Humaira’ apa yang engkau perbuat malam ini? Malam ini adalah malam Nisfu Syakban, dimana Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung memberikan kebebasan dari neraka Laksana banyaknya bulu kambing Bani Kalb, kecuali enam yaitu : orang yang tak berhenti minum khamar, orang yang mencerca kedua orang tuanya, orang yang membangun tempat berzina, orang yang suka menaikkan harga secara aniaya, petugas cukai yang tidak jujur, dan tukang fitnah.”

Bulan Syafaat telah tiba, bulan pertolongan pun telah datang, bulan keampunan dan bulan pembebasan, dan syafaat itu datang dari Allah. Dan Allah yang menentukan siapa yang akan diberikanNya syafaat dan siapa yang tidak. Marilah kita berlomba-lomba mencari dan mendapatkan pertolongan syafaat dari Allah. Bulan ini bulan Syakban. Pintunya terbuka lebar.

Datanglah padaNya, ketuklah pintu-Nya, beramal dan berbuat baiklah agar syafaat itu dicurahkanNya. Untuk itu semua saya teringat akan sebuah Firman Suci-Nya dalam Al-Quran surat Az -Zumar ayat 44 :
“Katakanlah, “ Hanya kepunyaan Allah syafaat itu, semuanya kepunyaan-Nya, kerajaan langit dan Bumi. Kemudian kepada-Nyalah kami dikembalikan.”

Ditulis Oleh: K. Suheimi