Pelatihan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Penting Guna Mewujudkan Kelurga Sakinah Mawaddah Warahmah

0
288

Bangkinang Kota, auramedia.co – Pelatihan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Bagi Calon Pengantin yang ditaja oleh Badan Penasihatan  Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Rayon II (Kecamatan Bangkinang, Bangkinang Kota, Salo Kecamatan Kuok berjalan lancar dan sukses. Sebanyak 64 calon pengantin  antusias mengikuti pelatihan tersebut.

Kordinator BP4 Rayon II, Syaifullah Purba, S.Pd.I kepada wartawan (01/04/21) di aula SMU Muhammadiyah Bangkinang mengatakan, bahwa kegiatan pelatihan bimbingan perkawinan pra nikah ini merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap calon pengantin yang hendak melakukan pernikahan melalui Kantor Urusan Agama (KUA).

Syaifullah Purba menambahkankan, kepada 32 pasang (74) calon pengantin yang mengikuti pelatihan ini akan diberikan beberapa materi, diantaranya: Kebijakan Kepala Kementrian Agama Kabupaten Kampar dalam mewujudkan keluarga sakinah, mempersiapkan keluarga sakinah, memenuhi kebutuhan keluarga, mengelola dinamika perkawinan dan keluarga, mempersiapkan generasi berkualitas, menjaga kesehatan reproduksi, dan cara mengelola konflik dan membangun ketahanan keluarga, jelas Syqifullah Purba.

Kepada wartawan Syaifullah juga mengatakan, bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tingkat perceraian dini. Melalui pelatihan ini diharapkan terwujudnya keluarga sakinah mawaddah Warahmah, ungkap SyaifulLah Purba.

Sementara itu, Pembina BP4 Kabupaten Kampar, Drs. H. Alfian, M.A kepada puluhan calon pengantin mengingatkan, bahwa kondisi tingkat perceraian di Kabupaten Kampar saat ini cukup tinggi. Hingga akhir maret 2021, sudah sebanyak 550 orang yang mangajukan gugat cerai ke Pengadilan Agama Bangkinang. Diperkirakan pada tahun ini, akan ada 2000 orang yang bakal mengajukan gugat cerai. Perbandingannya 4 banding 1, setiap 4 pasangan calon yang menikah, terdapat satu pasangan yang mengajukan gugat cerai. Belum lagi terdapat ratusan orang yang cerai tetapi tidak mengajukan surat gugat cerai ke pengadilan agama. Sementara pada tahun yang lalu, haya tetdapat sekitar 1200 pengajuan gugat cerai. Peningkatan tingkat perceraian yang cukup tinggi ini perlu menjadi perhatian bagi kita semua terutama bagi para calon pengantin.

Lebih lanjut Alfian mengatakan, melihat kondisi tingginya tingkat perceraian di Kampar, pelatihan bimbingan perkawinan pra nikah ini penting diikuti oleh setiap calon pengantin. Mudah-mudahan dengan pelatihan ini bisa menimalisir tingkat perceraian di Kabupaten Kampar.

Alfian mengingatkan, agar dalam berumah tangga itu harus bisa mentaati perintah Allah. Jika pasangan suami isteri itu taat kepada Allah, Insya Allah pasangan itu akan langgeng hingga ke anak cucu. Jika kewajiban itu tidak dilaksanakan, jangan berharap munculnya kebahagiaan dan keberkahan dalam rumah tangga itu. Suami isteri harus betul-betul menyayangi pasangannya masing-masing, ungkap Alfian.

“Dalam rumah tangga itu, perbanyaklah bersabar. Karena setiap manusia memiliki emosional. Dan kita harus mampu mengendalikan emosional tersebut agar terwujudnya keluarga sakinah mawaddah warahmah, ungkap Alfian.

Sementara itu, Sekretaris BP4 Kabupaten Kampar, H. Maswir, M.A mengatakan, bahwa Pernikahan yang kokoh agar terwujudnya keluarga sakinah mawaddah warahmah. Pasangan suami isteri harus membuat program keluarga sakinah sepanjang hayat, ungkap Maswir.

Kepada calon pengantin Maswir menyarankan, agar awal nikah sudah membuat rancangan bagaimana bisa mencapai keluarga sakinanah mawadah warahmah itu. Minimal setiap 5 tahun, kita sudah membuat target yang ingin dicapai. Contohnya, tahun 2021 memiliki taget mendapatkan pasangan. 5 tahun ke depan mendapatkan anak. 5 tahun ke depan memiliki rumah sendiri, 5 tahun kedepan memiliki aset. Hingga rangcangan untuk mempersiapkan diri ketika sudah beristirahat bekerja dan mempersiapkan diri untuk menghadap Allah Azza Wajallah dalam kondisi khusnul khotimah, ungkap Maswir.

Menurut pantauan wartawan, untuk materi kesehatan reproduksi keluarga disampikan oleh dr. Hafriyani bersama tim dari Puskesmas Bangkinang Kota Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar.(Adi Jondri)