Jaga Hak Pilih di Desa Pangkalan Serai, Bawaslu Kampar Gelar Jelajah Pengawasan

0
257

KamparKiriHulu, (auramedia.co)-Untuk menjaga dan mengawasi hak pilih masyarakat, Bawaslu Kabupaten Kampar melakukan Jelajah pengawasan disejumlah Desa Sulit di Kecamatan Kampar Kiri Hulu.
Jelajah pengawasan kali ini dalam rangka pemutahiran data pemilih berkelanjutan yang dilaksanakan KPU Kabupaten Kampar di Desa Pangkalan Serai Kecamatan Kampar Kiri Hulu.
Sebagai salah satu desa sulit di Kabupaten Kampar, akses menuju wilayah tersebut tentunya memerlukan perjuangan yang berat karena selain berada di kawasan hijau hutan lindung Bukit Barisan, akses menuju Desa Pangkalan Serai hanya bisa dilewati melalui jalur sungai yang cukup menantang dan membutuhkan nyali yang kuat untuk bisa sampai dan berjumpa dengan masyarakat tempatan.
Jelajah Pengawasan Bawaslu Kabupaten Kampar kali ini, membutuhkan waktu yang Panjang dan medan yang menantang.

Bayangkan saja untuk sampai kewilayah tersebut rombongan Bawaslu Kabupaten Kampar yang dipimpin lansung Ketua Bawaslu Kabupaten Kampar, Syawir Abdullah bersama pimpinan Bawaslu Kampar, Edwar, Marhaliman, Amin Hidayat dan witra Yeni dan didukung tiga Staf Bawaslu kampar, Khaidir, Martunus dan Agus Marsyudi ini, dari Ibu kota Kabupaten Kampar membutuhkan perjalanan darat lebih kurang 2,5 jam untuk sampai di ibu kota Kecamatan Kampar Kiri Hulu (Gema-red).

Sejalan dengan slogan Bawaslu, Bersama Rakyat awasi Pemilu dan bersama Bawaslu tegakan keadilan Pemilu, Dengan tekad yang bulat rombongan Bawaslu Kabupaten Kampar berangkat dari Bangkinang Pukul 06.00 Wib dan sampai di Gema Ibukota Kecamatan Kampar Kiri Hulu sekitar pukul 08.30 wib.
Selanjutnya setelah persiapan matang, rombongan Bawaslu dan Rombongan KPU Kampar yang dipimpin langsung Ketua KPU Kampar, Maria Arabeni ini lansung bergerak menuju tujuan dengan menggunakan dan menyewa transportasi air sekitar Pukul. 9.30 dengan jarak tempuh sekitar 5 jam untuk sampai ke desa Pangkalan Serai yang berada di wilayah terujung kabupaten Kampar.
Sebagai Desa yang paling ujung wilayah selatan Kabupaten Kampar, Desa Pangkalan Serai lansung berbatasan dengan Provinsi Sumtra Barat yang tentunya secara geografis untuk sampai kewilayah ini tentunya sangat menantang adrenalin rombongan yang harus melalui derasnya air sungai dan dihadapkan dengan hadangan onggokan bebetauan yang cukup besar dan dinding bukit cadas yang terjal dikiri kanan perjalanan yang tentunya cukup menegangkan dan melelahkan.

Tak bisa dipungkiri rombongan ini sesekali harus menahan nafas Ketika sampan harus menerjang gelombang disela-sela bebatauan yang besar untuk dilewati. Kalaulah boleh diungkapkan, maka kata kata yang tepat untuk tema perjalanan ini adalah kalau nahoda (Tekong-red) kurang lah paham, alamatlah sampan akan tenggelam dan pecah akibat jalur yang sangat menantang.

Disisi lain perjalanan ini cukup berkesan adalah rombongan harus menerjang hutan perawan yang berada disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) karena pada titik tertentu perjalanan air ini, mengelami kedangkalan yang akibatnya perahu kandas dan tidak bisa dialui jika berpenumpang.
Tentunya rombongan harus memutuskan perjalanan darat yang harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh lebih kurang 1, 5 Km ini yang membuat raut wajah rombongan tidak bisa dibohongi yang memaksa rombongan sekali kali harus menghela napas Panjang akibat nafas sudah terlihat ngos-ngosan karena harus berjalan kaki masuk hutan dan turun naik perbukitan di sepanjang pinggiran sungai.
Ahirnya setelah melalui perjalanan yang melelahkan dan menantang tersebut, rombongan sampai ketujuan di Desa Pangkalan Serai sekitar pukul 14.30 WIB dan rombongan Bawaslu dan KPU Kampar disambut hangat dan antusias oleh Kepala Desa dan masyarakat tempatan.

“Alhamdulillah kecemasan, ketegangan dan kelelahan kita diperjalanan terobat sudah dengan sambutan hangat masyarakat Desa Pangkalan Serai dengan jamuan makan siang khas daerah tersebut yang cukup berkesan bagi kita”, ujar Edwar Kordiv Hukum, Humas Data dan informasi Bawaslu Kabupaten Kampar.

Setelah sholat dzuhur, rombongan lansung menggelar pertemuan dengan masyarakat Desa Pangkalan Serai di Kantor Desa Pangkalan Serai yang berada di kaki bukit dipinggiran Sungai Subayang Kampar Kiri Hulu.
Dalam pertemuan tersebut setelah dibuka oleh Sekretaris Desa Pangkalan Serai, Marsani, dan dilanjutkan oleh rombongan KPU yang menyampaikan maksud dan tujuan ke Desa Pangkalan Serai untuk jemput bola mendata pemilih potensial yang ada diwilayah desa tersebut sesuai dengan motonya KPU Melayani.

Selanjutnya dari Bawaslu Kampar, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Marhaliman menyampaikan apresiasi Bawaslu kepada KPU sebagai mitra kerja Pemilu yang melakukan terobosan jemput bola untuk mendata pemilih potensi yang ada didesa tersebut yang belum termasuk kedalam daftar pemilih tetap (DPT).

Marhaliman juga tegaskan, jika motto KPU melayani hak pilih maka Motto Bawaslu adalah melindungi hak pilih . Untuk itu pihaknya mengghimbau dan mengajak masyarakat untuk ikut serta dan terlibat langsung menjaga dan mengawasi hak pilihnya. “kami Bawaslu mengajak masyarakat untuk ikut mengawal dan mengawasi hak pilihnya karena satu hak pilih sangat menentukan masa depan negeri ini” ajaknya.

Setelah melakukan pertemuan dengan pihak pemerintahan Desa dan masyarakat Pangkalan Serai dan melakukan sosialiasi diwilayah tersebut, dan sore harinya rombongan Bawaslu dan KPU melanjutkan perjalanan untuk Kembali ke Ibu Kota Kota Kecamatan Kampar kiri hulu sekitar Pukul 15.30 Wib dan sampai di Dermaga Gema Kecamatan Kampar Kiri Hulu sekitar pukul 19.30 WIB.

“Alhamdulillah ya pak ketua, selama perjalanan yang luar bisa ini semuanya berjalan lancer dan terkendali dan ditambah lagi pak tekong (yang membawa sampan motor-red) kita ini piawai dan berpengalaman dalam mengendalikan perjalan hingga kita akhirnya sampai ketujuan dan Kembali lagi”, ujar Abdul Aziz mantan Panwascam Kampar Kiri Hulu.(Redaksi)