Masyarakat Adat Sekijang Bersyukur Kepada Sang Ilahi Dan Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Kampar

0
260

Sekijang, auramedia.co – Masyarakat Adat Kenegerian Sekijang bersyukur kepada Sang Ilahi dan mengucapkanĀ  terima kasih kepada Bupati Kampar sebagai Kelala Dqerah Kabupaten Kampar yang telah membangun Balai Adat Kenegerian Sekijang. Balai Adat merupakan simbol jati diri kenegerian yang memiliki budaya dan adat istiadat setempat.

Pucuk Adat Kenegerian Sekijang, Jhon Kenedi, SH.I Datuk Bandaro Mudo kepada wartawan, (10/04/21) di depan Balai Adat Kenegerian Sekijang mengatakan, bahwa secara umum perhatian Pemerintah Kabupaten Kampar saat sudah baik terhadap masyarakat adat khususnya masyarakat Adat Kenegerian Sekijang.

Lebih lanjut Datuk Bandaro Mudo mengatakan, ke depannya Pemerintah Kabupaten Kampar diharapkan lebih memperhatikan kelestarian adat dan budaya yang ada di negeri ini. Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar diharapkan dapat memberikan dukungan penuh terhadap program-program yang mendukung keberlangsungan kelestarian adat istiadat dan budaya kenegerian yang ada. Seperti kegiatan basiacung, badikiu, calempong dan berbagai latihan adat istiadat dan kesenian daerah lainnya, ungkap Datuk Bandaro Mudo.

Datuk Bandaro Mudo menambahkan, bahwa untuk mengeksiskan kesenian dan budaya adat istiadat tidak terlepas dari pendanaan. Apalagi saat ini semangat generasi muda rendah untuk menuntut pengetahuan adat dan tentunya butuh support dan motivasi dari kita semua terutama dari Pemerintah Kabupaten Kampar. Jika bantuan tidak bisa melalui APBD, Pemda diharapkan bisa mencarikan solusi lain, seperti bantuan melalui program CSR perusahaan. Karena meskipun perusahaan sudah memberikan kepeduliannya kepada masyarakat secara langsung, namun untuk pelaksanaan program CSR, perusahaan tetap melalui kerjasama dengan pemerintah kabupaten, ungkap Datuk Bandaro Mudo.

Sementara itu, Kepala Desa Sekijang Kecamatan Tapung Hilir, Ahmad Taridi, SH.I kepada wartawan megaku bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kampar yang telah membangun Balai Adat Kenegerian Sekijang melalui APBD Kampar tahun 2019 yang lalu. Balai adat ini sangat penting, karena balai adat merupakan simbol jati diri kenegerian yang memiliki budaya dan adat istiadat, ungkap Taridi.

Kepada wartawan Taridi menjelaskan, bahwa di Kenegerian Sekijang ini terdapat empat suku, diantaranya Suku Piliang dengan ninik mamak yang dijabat oleh Muzamil Datuk Penghulu Besar, Suku Melayu dengan ninik mamak yang dijabat oleh Dahrul yang diwakili oleh Yulizar Datuk Majo Lelo, Suku Caniago dengan ninik mamak yang dijabat oleh Yusran Datuk Mangkuto Laksamano, dan Suku Pitopang yang ninik mamaknya dijabat oleh M. Yunus Datuk Majo Indo. Kenegerian Sekijang dipimpin oleh seorang pucuk adat yang dijabat oleh Jhon Kenedi, SH.I Datuk Bandaro Mudo.

Lebih lanjut Taridi mengatakan, Balai Adat ini akan dimanfaatkan oleh masyarakat adat Kenegerian Sekijang dengan sebaik-baiknya. Selain untuk kegiatan adat istiadat, Balai adat ini juga akan dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat Sekijang yang tidak melanggar ketentuan dan peraturan adat istiadat kenegerian Sekijang, ungkap Taridi.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH Datuk Rajo Bertuah mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar selalu berkomitmen untuk menjaga kelestarian adat istiadat dan selalu memberikan atensinya kepada masyarakat adat Kabupaten Kampar.

Pada Ulang Tahun Kampar ke- 70 tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Kampar membuat tema dengan” Tali Bapilin Tigo, Tungku Tigo Sajarongan. Pada Ulang Tahun Kampar ke- 71 tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Kampar membuat tema dengan “Basamo Mambolo Nagoghi’). Tema diambil dari kata dan kalimat adat sebagai bentuk atensi Pemerintah Kabupaten Kampar terhadap kelestarian budaya dan adat istiadat Kabupaten Kampar, ungkap

Catur Sugeng menghimbau seluruh stakeholder dan elemen masyarakat adat Kenegerian Sekijang untuk selalu menjaga kebersaman dan kekompakan dalam memajukan negeri. Catur Sugeng juga mengajak seluruh masyarakat untuk selalu optimis membangun Desa Sekijang agar indah dan nyaman.

Catur Sugeng mengaku optimis Desa Sekijang akan menjadi desa yang maju dan indah jika dibangun dengan kebersamaan dan kekompakan seluruh elemen masyarakat. Catur Sugeng juga mengaku bahwa Desa Sekijang yang merupakan desa tua yang dibangun oleh leluhur dan nenek moyang akan mampu menjadi desa yang maju, indah dan dicintai seutuhnya oleh masyarakat Sekijang. (Adi Jondri)