Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2021, Bupati: Alhamdulillah Stunting Kampar Dari 292 Kasus Jadi 160

0
154

Bangkinang Kota, (auramedia.co)-Pemerintah kabupaten Kampar turut serta ikuti monitoring aspek kinerja Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) di setiap kabupaten kota di wilayah Provinsi Riau, melalui aplikasi zoom cloud meeting di Aula Balai Bupati Kampar, Selasa (25/5). Penilaian ini dihadiri oleh Kepala OPD terkait, PKK Kabupaten Kampar.

Tim penilai kinerja stunting Riau dalam pernyataannya mengatakan kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari penilaian kinerja stunting sekaligus mengevaluasi apa saja kinerja yang sudah terindikasi baik atau yang masih perlu ditingkatkan dari kabupaten kota yang ada di Riau.

Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, S.H Datuok Rajo Botuah., yang diwakili oleh Sekda Kampar, Drs. H. Yusri, M.Si., dalam pernyataannya melalui presentasi mengatakan melalui konvergensi stunting dari total 8 aksi tahun 2020 telah terjadi penurunan angka stunting di Kampar. “awal tahun 2019, kita (Kampar) telah memetakan 10 desa sebagai lokus stunting, terdata sebanyak 292 anak. Setelah dilakukan melakukan penandatanganan stunting di kampar konvergensi stunting dengan 8 aksi pada akhir tahun 2019, telah terjadi penurunan menjadi 160 anak” Ujar Yusri. Tentunya angka ini juga menjadi kerisauan kita, harapan kita Melalui lintas program dan lintas OPD dapat kita kurangi ke angka paling minimal” Tambahnya lagi.

Sebagaimana yang telah diketahui Kabupaten Kampar berhasil mendapatkan predikat terbaik Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2020, kesuksesan ini tentu tak terlepas dari lintas program dan lintas Organisasi Perangkat Daerah atas keseriusan untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Kampar. Perbaikan gizi masyarakat dinilai memegang peranan penting dalam upaya menekan angka stunting sebesar 55% pada tahun 2020. Acara ini diikuti sebanyak 5 kabupaten, yakni Rokan Hulu, Kampar, Rokan Hilir, Pelalawan, dan Kepulauan Meranti. (redaksi)