Catur Sugeng Bersama DPPKBP3A Turun Di Lokasi Viralnya 3 Bocah SDN 011 Kuntu Darussalam, Guna Memastikan Hak Anak Tidak Terabaikan Di Wilayah Kabupaten Kampar

0
521

Kuntu, auramedia.co – Dalam upaya mewujudkan Kampar sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA), Bupati bersama Kepala Dinas DPPKBP3A dan UPTD PPA Kampar serta tim turun langsung ke lokasi viralnya 3 (tiga) bocah SDN 011 Desa Kuntu Darussalam Kecamatan Kampar Kiri. Bupati Kampar ingin memastikan, bahwa seluruh anak di Kabupaten Kampar mesti mendapatkan hak dan terpenuhinya segala kebutuhan anak terutama dalam hal pendidikan anak.

Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH Datuk Rajo Bertuah didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kampar, Drs. Edi Afrizal, M.Si dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) setelah meninjau kondisi ril 3 (tiga) bocah SDN 011 Desa Kuntu Darussalam Kecamatan Kampar Kiri, (11/06/21) kepada wartawan mengatakan, bahwa video 3 (tiga) bocah yang sempat viral di media dan medsos tersebut sangatlah tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Dalam video yang menggambarkan terabainya hak anak karena harus bergelantungan ke keranjang rotan untuk menyeberangi sungai hendak pergi sekolah agar mendapatkan pendidikan, ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya. Keranjang rotan yang disebut sebagai sarana dan alat transportasi satu-satunya karena tidak ada jembatan hanyalah sebagai alat untuk melansir buah sawit perkebunan seorang pengusaha dari medan.

Catur Sugeng melalui Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kampar, Drs. Edi Afrizal, M.Si mengatakan, bahwa untuk mewujudkan Kabupaten Kampar sebagai Kabupaten layak anak, maka sarana dan prasara yang menunjang pemenuhan Hak anak dan perlindungan khusus Anak agar tidak ada beban dan resiko yang harus dihadapi untuk mendapatkan pendidikan bagi anak harus terpenuhi secara baik.

Edi Afrizal berharap agar seluruh OPD terkait, seperti Bapeda, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, Dinas kesehatan, dan dinas-dinas yang lain, agar ikut mendukung program kabupaten Layak anak. Semua dinas diharapkan dapat melengkapi sarana dan prasara yang menunjang dengan pemenuhan Hak anak tersebut, ungkap Edi Afrizal.

Tim DPPKBP3A dan UPTD PPA Kabupaten Kampar saat meninjau lokasi viralnya video 3 bocah SDN 011 Kuntu Darussalam Kecamatan Kampar Kiri

Kepada wartawan Edi Afrizal menjelaskan, bahwa DPPKBP3A dan UPTD PPA akan mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa video yang sempat viral tersebut. DPPKBP3A akan terus berupaya dengan mensosialisasikan dan melakukan pendampingan bagi anak yang bermasalah di wilayah Kabupaten Kampar. Kami akan selalu berupaya mensosialiasi tentang pemenuhan Hak Anak dan perlindungan Anak, baik di desa maupun di sekolah-sekolah. Kami akan melakukan pembentukan Forum Anak Kecamatan dan Forum Anak Desa serta Pemberian Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). “Semua anak yang bermasalah akan kita tangani melalui UPTD PPA Kabupaten Kampar,” ungkap Edi Afrizal. (Adi Jondri).