Petani Pulau Birandang Bersyukur Atas Kehadiran Kelompok Pertanian Terpadu Jaring Mas

0
283

Pulau Birandang, auramedia.co – Petani Pulau Birandang bersyukur atas kehadiran Kelompok Pertanian Terpadu Jaring Mas Pulau Birandang yang dimodali oleh pengusaha pertanian Kampar, Indra Noval. Selain dapat memanfaatkan lahan tidur di wilayahnya, usaha pertanian padi sawah yang dimodali oleh Indra Noval tersebut, mampu membuka sumber pendapatan ekonomi masyarakat. Upah sebesar Rp. 65.000,- /hari bagi pekerja pertanian padi sawah tersebut, mampu membiayai kehidupan mereka yang mayoritas para janda

Di sela kegiatan panen raya KTNA Provinsi Riau Kelompok Pertanian Terpadu Jaring Mas Sejahtera Desa Pulau Birandang Kecamatan Kampa, (15/06/21) salah seorang petani, Syahril (49) kepada wartawan mengatakan, bahwa usaha padi sawah yang dipanen tersebut dimodali oleh Indra Noval yang merupakan sebagai Ketua Kelompok Pertanian Terpadu Jaring Mas Pulau Birandang. Indra Noval merupakan penyandang dana dalam usaha pertanian yang sudah terhenti semenjak sepuluh tahun yang lalu ini, ungkap Syaril.

Lebih lanjut Syahril menjelaskan, bahwa sistem yang dibangun adalah sistem bisnis. Saya bekerja sama dengan Indra Noval. Saya yang bertanggung jawab untuk menanam dan memelihara padi hingga panen. Saya yang mencari pekerjanya. Untuk lahan ini, saya memakai pekerja sebanyak 7 (tujuh) orang. 5 ( lima) orang pejerja perempuan dan 2 (dua) laki-laki. Pekerja dibayar berdasarkan jumlah hari mereka bekerja. Saya membayar petani yang bekerja ini sebesar Rp. 65.000,-/harinya, ungkap Syaril.

Syahril juga menjelaskan, bahwa ini merupakan panen perdana kami. Hasil panen ini nantinya akan dibagi berdua dengan Indra Noval sebagai pemilik modal. Dengan sistem bagi 63% untuk pemilik modal dan 37% untuk saya sebagai pengelola. ” Semoga nanti hasilnya bagus dan semoga nanti juga bisa berlanjut pada tahap ke II”, ungkap Syahril.

Sementara itu, Ita (44) didampingi temannya Jaleha (44) di areal sawah kepada wartawan mengaku sangat bersyukur dengan usaha padi sawah yang dilakukan oleh ayah (sapaan akrab Syahril) dan Indra Noval. Dengan adanya usaha ini, lahan tidur semenjak puluhan tahun ini bisa kembali dimanfaatkan dan dikelola. Dengan adanya usaha padi sawah ini, kami bisa bekerja di tengah kondisi hidup yang sangat susah saat ini, ungkap Ita.

Lebih lanjut Ita mengatakan, bahwa dirinya sudah bekerja di sawah itu sekitar 3 (tiga) bulan semenjak usaha ini dimulai. Ita mengaku padi tersebut sudah berumur 3 (tiga bulan) dan akan dipanen pada hari ini, ungkap Ita.

Ita juga menjelaskan, bahwa dia digaji oleh Ayah sebesar Rp.65.000,-/hari. ” Alhamdulillah pak, dengan gaji Rp. 65.000/hari yang kami terima, sangat bermanfaat untuk kebutuhan kami sehari-hari”, ungkap Ita dengan polos.

Didampingi oleh teman-temannya yang bekerja sama ayah, Ita berharap usaha padi sawah ini dapat beruntung. Semoga usaha padi sawah ini terus berlanjut pada tahap-tahap seterisnya. Karena ini adalah tahap pertama, semoga ada tahap ke II dan tahap-tahap selanjutnya, ungkap ita.

Sementra itu, pemilik modal sekaligus Ketua Kelompok Pertanian Terpadu Jaring Mas Sejahtera Desa Pulau Birandang Kecamatan Kampa, Indra Noval mengatakan, bahwa usaha padi sawah yang dilakukannya adalah usaha yang memanfaatkan lahan tidur. Padi yang akan dipanen ini ditanam pada lahan yang sudah tidur semenjak puluhan tahun yang lalu, ungkap Indra Noval.

Pada kesempatan tersebut, Indra Noval mengucapkan teeima kasih kepada anggota DPR RI, H. Syahrul Aidi Ma’azat yang telah membantu dan mensupport usaha padi sawah tersebut. Syahrul Aidi telah membantu kita untuk mengkordinasikan dengan Balai Sungai Wilayah Sumatera III Kementrian PUPR RI. Kita akhirnya dibantu untuk pemakaian alat berat selama 2 (dua) bulan untuk membuat aliran air di sekeliling lahan padi sawah ini, ungkap Indra Noval.

Lebih lanjut Indra Noval mengucapkan terima kasih kepada Bank Riau Kepri yang sudah memberikan pinjaman modal melalui program KUR. Alhamdulillah pinjaman yang awalnya hanya Rp. 50.000.000,- terus meningkat hingga sebesar Rp. 350.000.000,-, ungkap Indra Noval.

Indra Noval juga mengatakan, bahwa usaha pertanian ini sangat menjanjikan. Pemerintah diharapkan dapat membantu fasilitas yang dibutuhkan oleh para petani, ungkap Indra Noval.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH Datuk Rajo Bertuah memberikan apresiasi terhadap seluruh stakeholder pembangunan negeri Kampar. Dengan sinergisitas seluruh stakeholder, maka pengembangan usaha pertanian di Kabuoaten Kampar akan dapat berjalan secara baik dan maksimal, ungkap Catur Sugeng.

Catur Sugeng juga mengatakan, bahwa sinergisitas seluruh stakeholder sangat penting dalam pengembangan usaha pertanian ini. Kontribusi dari seluruh stakeholder, seperti Bank Riau Kepri yang memberikan bantuan program KUR bagi petani, Balai Besar Sungai Wilayah Sumatera II yng meminjamkan alat berat untuk membuat dan memperbaiki aliran air sawah, Bulog yang akan menampung hasil panen petani, KTNA dan stakeholder yang lain sangat membantu keberhasilan pengembangan usaha pertanian padi sawah ini, ungkap Catur Sugeng.

Catur Sugeng juga menjelaskan, bahwa pemerintah Kabupaten Kampar akan selalu memberikan dukungan dan support kepada para petani untuk pengembangan usaha pertanian. Pemerintah akan selalu berkomitmen dan mensupport petani guna mewujudkan ketahanan pangan nasional, ungkap Catur Sugeng.

Melalui media Catur Sugeng menghimbau petani untuk selalu mempermantap niat, berusaha dengan keseriusan penuh dan sungguh-sungguh serta tidak lupa berdo’a kETpada Allah Azxa Wajallah agar usaha pertaniannya berhasil dan penuh dengan keberkahan, Ungkap Catur Sugeng.

Sementara itu, Anggota DPR RI, H. Syahrul Aidi Ma’azat, LC. MA mengatakan, bahwa usaha pertanian ini sangat dianjurkan oleh agama Islam. Usaha pertanian merupakan salah satu usaha yang sangat baik selain dari pedagang, ungkap Syahrul.

Syahrul mengatakan, bahwa usaha pertanian agar bisa merubah ekonomi petani harus berorientasi kepada bisnis. Usaha pertanian itu harus dikaji secara bisnisnya.

Sebagai anggota DPR RI, Syahrul Aidi akan selalu mensupport petani dalam mengembangkan usahanya. Melalui Balai Besar Sungai Wilayah Sumatera III kementerian PUPR, petani dapat meminjam alat berat untuk memperbaiki atau membuat akiran air sawah guna mengembangkan usaha pertanian masyaralat, ungkap Syahrul Aidi.

Sementara itu, Ketua KTNA Provinsi Riau yang juga Sekda Kampar, Drs. Yusri, M.Si mengatakan, bahwa mewujudkan swasembada pangan di Riau tidak terlalu susah. Hanya saja, un4thuk.mewujudkan swasembada beras tersebut perlu sinergisitas seluruh stakeholder atau sinergisitas seluruh elemen.

Yusri juga mengatakan, bahwa KTNA provinsi Riau akan menjadikan Kabupaten Kampar sebagai pilot projet dalam pengembabgan usaha padi sawah. Ke depannya akan mengembangakn usaha padi sawah untuk seluruh daerah di provinsi Riau guna mewujudkan Riau swasembada beras, ungkap Yusri. (adi jondri)