“Takung Tanah” Rekanan Terancam Oleh Pokir Dewan

0
686

Bangkinang Kota, auramedia.co – Pagi ini, (03/07/21), Sate kuah merah yang biasa saya makan di warung favoritku di pasar bawah Bangkinang tidak terasa lezat seperti biasanya. Perubahan rasa bukan karena bumbu-bumbunya berubah, tetapi karena kondisi dan suasana pagi ini tidak seperti biasanya.

Suasana warung yang biasanya enjoy, pagi ini berubah karena keluh kesah dari para rekanan yang merasa terzolimi karena kerakusan para pejabat. Para rekanan merasa “Takung Tanah” (ladang pendapatan) mereka dirampas oleh para pejabat dengan dalih “Pokir” (Pokok Pikiran) Dewan.

Dengan ketulusan mereka berkata, “bagi kita tidak ada masalah dengan Pokir Di, tetapi jangan pula pengerjaan Pokir mereka yang menguasai. Berikanlah kami hidup, mereka kan sudah punya gaji dan dihargai oleh negara ini”, keluhnya.

Yang lebih menyayat hatiku, ketika rekanan itu berkata, bahwa pimpinan dewan biasanya 10-15 Pokir satu dinas, dan pimpinan Fraksi 7-10 Pokir. Dan untuk anggota biasa, 3-5 Pokir per Dinas. Sehingga ketika kami mendatangi Dinas, mereka mangatakan, bahwa PL-PL yang ada di dinas sudah habis oleh Pokir Dewan.
Yang lebih hebatnya lagi, setelah menikmati, para dewan tersebut “tiarap”, istirahat di rumah. Seakan-akan panik atau pusing Di, ungkap rekanan dengan kesal.

Bantulah kami Di, Bagaimana negeri ini bisa lebih baik dan berjalan normal. Apalagi kondisi saat ini di tengah pandemi Covid–19, harapnya kepada diriku selaku jurnalis .

Mendengar harapan para rekanan tersebut, hatiku terasa pilu, karena saya tidak bisa berbuat apa-apa. Karena kekecewaan rekanan, juga pernah aku dengarkan dari beberapa dinas yang juga mengakui bahwa kegiatan proyek di dinas mereka adalah Pokir.

Setelah para rekanan pergi, saya termenung dan bertanya-tanya dalam hati. Apakah kondisi negeri ini sudah seburuk seperti yang mereka sampaikan. Apkah para pejabat negeri ini sudah seganas yang mereka sampaikan.

Tapi dalam hati, saya masih meyakini, bahwa 45 orang anggota DPRD Kampar adalah mereka yang terbaik di negeri ini. Karena sebahagian diantara mereka adalah wakil rakyat yang sudah beberapa periode mendapatkan amanah dari rakyatnya.

Bahkan dari catatanku, seluruh pimpinan DPRD Kampar adalah mereka yang sudah duduk 2, 3 hingga ada yang sudah sampai 4 periode. Tidak mungkin mereka seganas yang disampaikan oleh rekanan tersebut.

Namun, jika apa yang disampaikan oleh rekanan itu benar adanya, dalam hati saya hanya berdo’a, semoga para anggota DPRD Kampar tersebut cepat tobat dan kembali kepada jalan kebenaran. Karena dengan kebenaranlah, mereka sanggup melaksanakan tugas dan fungsinya untuk memberikan jaminan kehidupan kepada rakyat Kampar. Mereka ibarat sebuah pagar agar eksekutif mampu melaksanakan tugasnya secara baik dan benar. Namun, jika pagarnya rusak, maka sebuah hal yang mustahil harapan masyarakat akan terpenuhi secara baik. Maka yang terjadi adalah “Tungkek mambok Obah” (Tongkat yang seyogyanya tempat bergantung, malah justeru membuat kita terjatuh).

Dalam hati saya juga berdo’a, semoga Allah Azza Wajallah senantiasa melindungi dan meridho’i seluruh perjuangan anggota DPRD Kampar untuk kesejahteraan masyarakat Kampar. Jika mereka khilaf, semoga Allah cepat menyadarkan mereka dan mereka kembali menyadari, bahwa kepentingan rakyat adalah kunci dasar perjuangan mereka.

Catatan pagi : Adi Jondri, (03/07/21)