Pansus III DPRD Kampar Akan Berikan Rekomendasi Berdasarkan Investigasi,Penelitian Dan Pengkajian Terhadap Persoalan Yang Dialami BUMD Kampar

0
559

Bangkinang Kota, auramedia.co – Pansus III DPRD Kampar terkait Persoalan BUMD bekerja secara baik dan profesional. Pansus III yang sudah terbentuk pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kampar Tentang pembentukan 3 (Tiga) Pansus pada beberapa waktu yang lalu, akan melakukan kajian, penelitian dan melakukan investigasi terhadap seluruh BUMD Kabupaten Kampar. Pansus III akan memberikan rekomendasi kepada eksekutif sesuai dengan kajian dan hasil investigasinya nanti.

Anggota Pansus III Dewan Perwakikan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar, Agus Candra, S.IP kepada wartawan, (13/07/21) di Bangkinang mengatakan, bahwa Pansus III yang terbentuk pada Paripurna DPRD Kampar Tentang Pembentukan 3 (Tiga) Panitia Khusus (Pansus) beberapa waktu yang lalu adalah Pansus terkait Persoalan BUMD.

Agurs Candra mengatakan, bahwa berdasarkan perkembangan regulasi, saat ini BUMD berubah menjadi Perusahaan Daerah (Perusada) dan ada pula yang menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda). Perusada dan Perumda ditentukan oleh pemilik modalnya. Jika Perusada, modalnya dikuasai oleh Pemerintah Daerah sebesar 50-51%. Sementara Perumda modalnya dikuasai oleh Pemerintah Daerah sebesar 100%.

Agus Candra mengatakan, sebagai informasi awal, bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar memiliki 5 (lima) BUMD. Terdiri dari 2 perusahaan bergerak di bidang perbankkan (Perusahaan Daerah Sarimadu dan Perusahaan Bank Syariah Fadhilah), Satu perusahaan bergerak di bidang air yakni PDAM Tirta Kampar, Satu perusahaan dibidang umum dan pariwisata, yakni Stanum PT. Aneka Karya dan satulagi perusahaan daerah yang bergerak di bidang Migas, ungkap Agus Candra.

Agus Candra juga menyampaikan, bahwa beberapa bulan yang lalu pihak DPRD mendapatkan informasi dari pihak eksekutif, bahwa pada beberapa BUMD yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Kampar dalam kondisi tidak baik sehingga tidak mampu menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kampar. Seperti persoalan yang dialami oleh PD Sarimadu. Saat ini, PD. Sarimadu mengalami persoalan serius, ungkap Agus.

Agus menambahkan, PD. Sarimadu yang berdiri pada tahun 80an pernah mengalami kemajuan dan perkembangan yang sangat pesat. PD. Sarimadu pernah menjadi pendukung sektor ekonomi masyarakat Kampar. Terbukti dengan banyaknya kantor-kantor cabang yang berdiri dan operasionalnya berjalan dengan baik pada beberapa tempat tersebut. Namun, saat ini PD. Sarimadu mengalami persoalannyang serius. PD. Sarimadu berjakan stagnan. PD. Sarimadu saat ini tidak lagi mampu menyumbangkan PAD Kabuoaten Kampar. Pendapatannya habis untuk membiayai operasional kegiatannya. Oleh karena itu, kita ingin menggali informasi yang lebih dalam, kita ingin melakukan penelitian dan investigasi terhadap persoalan yang terjadi. Apakah persoalannya karena kurang manajemen, atau persoalannya karena sistem rekrutmennya yang tidak baik dan benar, atau ada persoalan lain yang harus segera kita carikan solusinya, ungkap Agus.

Agus juga menambahkan, pada perusahaan pendanaan BANK Syariah Fadilah, dari informasi awal yang kita dapat, bahwa saat ini sektor bisnisnya cukup bagus dan memungkinkan untuk dijadikan alternatif pengembangan ekonomi masyarakat. Kita juga ingin mencari inormasi yang lebih dalam, agar kedepannya juga bisa kita buatkan rekomendasi terhadap perusahaan pendanaan bank Syariah Fadhilah tersebut.

Sementara untuk PDAM Tirta Kampar, pada awal kepemimpinan Catur Sugeng Susanto, perusahaan dibidang pengadaan air bagi masyarakat tersebut pernah menyumbangkan PAD sebesar Rp. 125 juta rupiah. Namun saat ini, PDAM sudah tidak mampu lagi menyumbangkan PAD. Karena luas dan besarnya cakupan yang harus dipenuhinya maka PDAM Tirta Kampar banyak menghabiskan biaya operasional.

Untuk Stanum PT. Aneka Karya, saat ini juga tidak mampu menyumbangkan PAD. Perusahaan daerah yang sudah mendapatkan modal sebesar Rp. 15 milyar tersebut, untuk saat ini tidak bisa menyumbangkan PAD. Kita ingin mencari informasinya lebih dalam. Kita ingin mencari persoalannya dimana. Sehingga nanti bisa kita verikan rekomendasi kepada pihak eksekutif, ungkap Agus.

Sementara untuk perushaan daerah di bidang Migas yang sudah berdiri semenjak tahun 2012 yang lalu, saat ini juga belUKm melihatkan perkembangan yang sangat baik. Perusahaan daerah di bidang Migas juga masih berjalan stagnan. Kita sangat berharap, perusahaan daerah dibidang Migas tersebut dapat menangkap peluang usaha dan peluang bisnis Migas yang ada di provinsi Riau khususnya usaha Migas di wilayah Kabupaten Kampar. Dengan demikian, ke depannya perusahaan di bidang Migas tersebut mampu menjadi perusahaan daerah yang menjadi sumber PAD Kabupaten Kampar, ungkap Agus Candra.

Kepada media Agus Candra mengungkapkan, bahwa Pansus III akan bekerja secara baik dan benar serta profesional. Pansus III akan melakukan investigasi, pengkajian dan penelitian secara mendalam terhadap persoalan-persoalan yang dialami oleh lima BUMD Kabupaten Kampar. Hasil kajian dan penelitian tersebut, akan dijadikan rekomendasi untuk diserahkan kepada eksekutif. Pansus III bahkan berharap, rekomendasi itu bisa dijadikan sebagai kebijakan dan regulasi untuk pengembangan BUMD yang lebih baik dan mampu menjadi sumber PAD Kabupaten Kampar, ungkap Agus Candra.(Adi Jondri)