Pencanangan Gerakan Bebas Stunting TP PKK Kabupaten Kampar, Pencegahan dan Penanggulangan stunting difokuskan terhadap 1000 HPK

0
115

KAMPAR, (auramedia.co)-TP-PKK Kabupaten Kampar bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kampar menggelar kegiatan Pencanangan Gerakan Bebas Stunting, yang dilaksanakan di Desa Senamanenek Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar, Rabu (13/7/2021). Pencanangan Gerakan Bebas Stunting TP PKK Kabupaten Kampar ini diresmikan oleh Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, SH, MH.

Pada kesempatan tersebut Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto menyampaikan bahwa Kegiatan ini sangat penting dengan harapan pemerintah daerah dan semua pihak dapat duduk bersama untuk memberikan perhatian dan komitmen menurunkan stunting melalui sumber daya dan sumber dana yang ada yaitu dengan APBD maupun dana desa.

Menurut Bupati, supaya angka stunting dapat diturunkan di Kabupaten Kampar, maka untuk pencegahan dan penanggulangan stunting difokuskan terhadap 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan), ibu hamil, bayi baru lahir hingga anak berumur 2 tahun. Namun tugas ini tidak hanya menjadi tanggung jawab dari Dinas Kesehatan saja tetapi juga semua pihak yang ada di Kabupaten Kampar. “Semua pihak harus terlibat dalam pencegahan stunting,” tegas Catur.

Bupati minta kepada Camat dan Kepala desa untuk memastikan seluruh mandatori dalam mencegah stunting betul-betul terprogram dan teranggarkan dalam Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) pada tahun 2021. Jika semua dilakukan dengan dukungan anggaran dan komitmen yang tinggi, maka stunting bisa turun dan dicegah bersama-sama. “Maksimalkan kader posyandu dan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) sehingga masyarakat bisa terlayani dengan baik,” ujar.

Disampaikan Bupati bahwa semua pihak yang terlibat dalam gerakan melawan stunting adalah masa depan suatu bangsa yang dapat diukur melalui perkembangan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Karenanya membangun manusia Indonesia sejak dari dalam kandungan adalah investasi untuk menghadapi masa depan, sekaligus melapangkan jalan menuju Indonesia sejahtera.

Sementara itu Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Ny. Hj. Muslimawati Catur Sugeng Susanto menyampaikan bahwa sejak Kabupaten Kampar ditetapkan sebagai Kabupaten lokus stunting pada tahun 2019 terdapat 10 desa sebagai lokus dengan prevalen sebesar 33,99 %. Tahun 2021 Kabupaten Kampar sudah memasuki tahun ke-3 sebagai Kabupaten yang menangani stunting. “Alhamdulillah, kita sudah dapat menurunkan stunting dengan prevalensi sebesar 23,95%. Ini semua berkat kerjasama semua pihak,” akui Muslimawati.

Disampaikan Muslimawati bahwa peran strategis PKK dalam pencegahan dan penanggulangan stunting yaitu sebagai kelompok potensial mitra pemerintah yang berfungsi sebagai fasilitator, perencana dan penggerak, sejalan dengan tujuan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
orang, agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar Ir. H. Azwan, M.Si selaku Koordinator Tim Penanggulangan Stunting Kabupaten Kampar melalui Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Safri, S.Sos menyampaikan bahwa Kepala Bappeda selaku Koordinator, tetap mengedepankan koordinasi dengan OPD untuk kelancaran penanganan pencegahan dan penurunan Stunting di Kabupaten Kampar.

“Saat ini kita sudah mengagendakan Konvergensi Intervensi Stunting, harapan kita, pihak kecamatan dan desa memiliki agenda strategis untuk menurunkan angka
stunting dan bekerjasama dengan puskesmas setempat seperti yang disampaikan Bupati tadi,” ujar Safri.

Pada kesempatan itu Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto menyerahkan bantuan berupa paket makanan tambahan untuk bayi dan ibu hamil, bantuan alat permainan edukatif (APE) dari Forum PAUD Kabupaten Kampar, bantuan tablet tambah darah untuk remaja, dan bantuan sembako untuk warga masyarakat kurang mampu. (Herman Jhoni)