Perkuat Etika Ekonomi di masa Pandemi Covid-19 dengan diterapkannya PPKM

0
133

Corona Virus Disease (Covid-19) yang berasal dari negeri tirai bambu akhir tahun 2019 lalu mewabah ke keseluruh negara hingga tak terkecuali di Indonesia.  Wabah ini membawa dampak buruk pada perekonomian dunia khususnya di Indonesia, sehingga Pemerintah terpaksa memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) awal pada 17 April 2020 lalu bahkan naasnya Indonesia mengalami lockdown.

Pemerintah menganjurkan masyarakat untuk melakukan semua aktivitas di rumah atau “work from home” tentu hal ini mengakibatkan terhambatnya perekonomian masyarakat, Biasanya konsumen yang sering berbelanja langsung namun sekarang hanya berbelanja saat diperlukan saja dan belanja lewat media online.

Baru-baru ini pemerintah menerapkan kembali sistem PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat berlaku 3-20 Juli 2021. PPKM Darurat ini meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berlaku. Dengan adanya penerapan baru ini juga menjadi masalah dalam ekonomi. Salah satu masalah yang terjadi yaitu kegiatan di pusat perbelanjaan, mall, pasar, dan pusat perdagangan pembatasan jam operasional sampai dengan pukul 17.00 dan pembatasan pengunjung paling banyak 25% dari kapasitas, tentu hal ini ada kaitannya dengan etika ekonomi.

Etika ekonomi melibatkan prilaku ekonomi yang mempunyai norma-norma dalam ekonomi baik secara pribadi, insitusi serta dalam mengambil keputusan dibidang ekonomi, agar dapat terwujudnya ekonomi yang jujur dan mendorong tebentuknya kerja sama untuk membantu perekonomian. Dengan diterapkannya sistem PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat, lalu bagaimana etika ekonomi yang harus dilakukan?
Cara memperkuat etika ekonomi di masa pandemi Covid-19 dengan diterapkannya PPKM.

Penerapan prinsip otonomi seperti menggunakan waktu kegiatan operasioanal yang telah ditetapkan oleh pemerintah dengan sebaik mungkin untuk memperoleh keuntungan dan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M (Mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas).

Menggunakan strategi pemasaran yang baik untuk menarik dan mempertahankan kepercayaan pelanggan.
Mengelola keuangan sebaik mungkin dengan cara menentukan berapa persen modal yang dialokasikan dalam kegiatan operasional, agar laba yang dihasilkan dapat dipergunakan untuk  cadangan kas serta  untuk pengembangan bisnis.

Untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnis perlu adanya catatan yang lengkap, seperti membuat laporan keuangan yang baik. Dengan mencatat semua transaksi ke dalam pembukuan guna untuk mempermudah melihat perkembangan bisnis,.
Penerapan prinsip saling menguntungkan seperti memberikan pelayanan yang baik untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

Penulis : Jihannul Fifah dan Mila Yuliani
Dosen pembimbing : Agustiawan, SE., M.Sc., Ak
(Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau)