YLKI: Rencana Vaksinasi Berbayar Tak Etis Saat Pandemi Mengganas

0
113

Pekanbaru, Auramedia.co ,- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengomentari program vaksinasi berbayar yang rencananya akan dijual di apotek tertentu, Kimia farma sebelumnya menyatakan bahwa vaksin berbayar ini merupakan rencana vaksinasi gotong royong untuk perorangan. (18/07)

“Dalam masa pandemi yang berkecamuk, vaksin berbayar tidak etis. Karena itu, vaksin berbayar harus ditolak,” kata Tulus Abadi, Ketua Pelaksana Harian YLKI, dalam keterangan tertulis, Senin, 12 Juli 2021.

Menurutnya, kebijakan ini hanya akan membuat masyarakat malas untuk divaksinasi. “masih banyak orang bebas yang malas (tidak mau), apalagi vaksin berbayar,” ujarnya.

Tulus mengatakan bahwa rencana ini juga membingungkan masyarakat mengapa ada vaksinasi gratis dan berbayar.

“Dari sisi komunikasi publik, ini sangat buruk. Vaksin berbayar juga bisa menimbulkan ketidakpercayaan di masyarkat, karena menganggap vaksin berbayar lebih baik kualitasnya, sedangkan vaksin gratis kualitasnya lebih buruk, ” katanya.

Ia melanjutkan, di banyak negara, pemerintah akan memberikan hadiah kepada masyrakat yang ingin mendapatkan vaksin COVID-19. Hal ini untuk membuat semakin banyak warga yang ingin divaksinasi.

“Bahkan tidak disuruh bayar. Oleh karena itu, YLKI mendesak pembatalan VGR (vaksinasi gotong royong ) kategori pribadi berbayar. Kembali ke kebijakan semula, pembayaran untuk perusahaan, bukan perorangan,” ujarnya.

Penulis : Novita Sari Harahap & Nurul Ijah

( Penulis merupakan mahasiswi Program Studi Akuntansi , Falkultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau )

Pembimbing :  Agustiawan,SE