Alumni Ponpes Darussalam Saran-Kabun Sampaikan Khutbah Idul Adha 1442 H/2021 M Di Masjid Besar Al Fajar Kabun

0
439

Bangkinang Kota, auramedia.co – Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Saran – Kabun sampaikan khutbah Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 M di Masjid Besar Al Fajar Kabun, (20/07/21). Dalam khutbahnya, ustadz M. Abdi Zaini mengulas tentang kisah pengorbanan Nabi Ibrahim As dan putranya Nabi Ismail As serta hakikat perintah berqurban.

Ustadz muda M. Abdi Zaini dalam qutbahnya menyampaikan, bahwa terdapat tiga ibrah yang bisa di ambil dari perjalanan Nabi Ibrahim as. dan keluarganya Nabi Ismail as. serta ibundanya Siti Hajar. Diantara pelajaran yang dapat kita ambil adalah: Pertama, Kesabaran. Dengan Melihat perjalanan Nabi Ibrahim Alaihissalam dan keluarganya kita dapat membandingkan cobaan yang menerpa kita hari ini dengan cobaan yang menerpa nabi Ibrahim. Sebenarnya tidak ada apa-apanya. bahkan Ibnu qayyim Al jauziyah mengatakan, kalau kita bandingkan ujian kita yang menerpa diri kita hari ini, dengan ujian yang menerpa para nabi, ukurannya hanya seujung kuku saja.Karena perlu di garis bawahi, bahwa seorang mukmin itu semakin imannya kuat, maka akan semakin berat cobaan nya. Maka itulah yang menyebabkan Nabi Ibrahim disebut sebagai khalilullah kekasihnya Allah. Bahkan disebutkan di dalam Alquran, bahwa Nabi Ibrahim merupakan sala satu uswah teladan yang baik yang harus di ikuti oleh setiap Muslim.,

Pelajaran Kedua adalah bentuk kesyukuran. Dengan memahami perjalanan Nabi Ibrahim Alaihissalam, maka kita akan menyimpulkan, bahwa nabi mengajarkan kita untuk selalu ikhlas dengan Segala Rezki dan titipan Allah SWT. Diterangkannya, bahwa dalam Surat Al – Kautsar, Allah telah memberikan kepada kita Nikmat yang banyak dan Allah tidak pernah meminta pajak atau ganti ruginya. Yang diharapkan bagaimana kita mensyukuri nikmat yang diberikan Allah tersebut melalui keikutsertaan kita berkurban. Intinya, berkurban ialah refleksi/ungkapan rasa syukur hamba terhadap Rabbnya.

Sementara pejaran ketiga adalah sifat keiklasan. Ikhlas yang berarti suci atau bersih. Dengan Melihat perjalanan Nabi Ibrahim akan membuat kita selalu yakin dan ikhlas dengan ketetapan Allah. Barangkali ada diantara jamaah yang hari ini seharusnya berada di tanah suci ongkos sudah di kumpulkan giliran sudah tiba waktunya, tapi Allah belum mengizinkan. Maka dengan Melihat perjalanan Nabi Ibrahim kita akan semakin yakin dan ikhlas dengan qada dan qadarnya Allah dan percaya bahwa di setiap rentetan masalah dan cobaan pasti ada hikmahnya, jelas M. Abdi Zaini. (adi jondri)