Kepala Perpustakaan Terima Buku Profil Kwarcab Kampar

0
85

Bangkinang Kota, auramedia.co – Kepala Perpustakaan Kampar, Mahadi telah menerima buku Profil Kwarcab Kampar berjudul “Kembalikan Kejayaan Pramuka Kampar” dari penulisnya sendiri, Netty Mindrayani di ruang kerjanya, Senin (2/8/2021).

Mahdi menyampaikan rasa terima kasih karena mendapat sumbangan buku langsung dari penulisnya, “Kami mengucapkan terima kasih atas sumbangan buku ini, mudah-mudahan memberi informasi dan manfaat kepada pembaca, karena ini menyangkut ilmu pengetahuan tentang kepramukaan di Kampar”, kata dia saat ditemui di ruangannya.

Buku ini lanjutnya telah menambah jumlah koleksi bacaan di Perpustakaan Kampar, karena setiap hari banyak pengunjung membaca berbagai ilmu pengetahuan yang mereka perlukan disini.

“Saat ini ada 92 ribu eksemplar jumlah buku dengan 19 ribu judul yang dbeli dengan dana APBD Kampar dan DAK yang ada di Perpustakaan Kampar. Selain itu ada juga sumbangan buku sari komunitas lain pecinta buku”, jelasnya.

Dia katakan, dengan membaca dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia, “Orang yang membaca dapat mengembangkan ilmu pengetahuannya dari apa yang ia baca”, ujarnya.

Dalam profil menjabarkan tentang sejarah Pramuka sampai pada seluruh kegiatan dan perjalanan Gerakan Pramuka Kampar yang telah dilaksanakan oleh pengurus Kwarcab Kampar selama tahun 2011-2016 semasa kepemimpinan Hj. Eva Yuliana yang saat ini adalah anggota DPRD Provinsi Riau.

“Ketika itu saya sebagai Wakil Ketua Abdi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat di Kwarcab yang baru bergabung pada 2014 sebagai pengganti antar waktu pejabat sebelumnya”, kata Netty usai menyerahkan buku tersebut.

Dia menyebutkan bahwa buku itu merupakan buah karya hasil rangkuman kisah selama 50 tahun berdirinya pramuka Kampar, “Selama ini belum ada yang mendokumentasikan kegiatan pramuka dalam bentuk buku seperti ini, maka sayang jika cerita kisah perjuangan sesepuh Pramuka Kampar tidak dituliskan sebagai cerita buat generasi penerus untuk diketahui masa-masa kejayaan pramuka ketika itu”, terangnya.

Wawancara langsung dari sejumlah sesepuh pramuka sempat dilakukan dan dituliskan sebelum ajal mereka tiba, seperti alm. Kak Usman Husein, alm Kak Azwar, alm. Kak Nasrul, alm. Kak Nelly T dan alm. Kak M. Zen yang belum lama meninggal. Kak Abbas Bay hanya dimintai keterangan dari pihak keluarga karena lebih dahulu wafat sebelum buku ditulis.

Termasuk wawancara dengan Kakwarda Riau saat ini, Kak Azaly Johan dan sesepuh lainnya seperti Kak Maka Hamid, Kak Ismail Husein,

Untungnya, buku ini telah lama dicetak sebelum para sesepuh Pramuka Kampar satu persatu tiada, jika tidak, maka tidak akan didapatkan informasi langsung dari mereka dan tidak bisa dituliskan kisah perjuangan mereka itu.

“Meski terlambat diserahkan, namun mudah-mudahan ini memberikan manfaat kepada pembaca yang membutuhkan informasi tentang gerakan Pramuka Kampar”, ujarnya. (***).