Pengabdian Kepada Masyarakat, Dosen dan Mahasiswa Universitas Riau Ke (POKMAS) Nenas Berduri Desa Rimbo Panjang

0
284

Tridharma Perguruan Tinggi merupakan kewajiban Dosen berdasarkan Pasal 1 Ayat 9 UU No.12 Tahun 2012 yang terdiri dari pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk itu pada Tahun 2021 Pengabdian masyarakat dilakukan oleh beberapa Dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau yaitu Ketua Drs, Syafrizal, M,Si, dan anggota Dr.Achmad Hidir, M.Si, T. Romi Mrnelly, S.Sos.M.Si dan Resdati, S.Sos.M.Si di Aula kantor Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang yang berjudul “Penguatan Modal Sosial Kelompok Masyarakat (POKMAS) Nenas Berduri Akibat Pandemi Covid-19”.

Modal sosial (social capital) dikaitkan dengan upaya mengelola, meningkatkan dan mendayagunakan relasi–relasi sebagai sumber daya yang diinvestasikan untuk memperoleh keuntungan ekonomi atau manfaat sosial. Relasi–relasi sosial tersebut diendapi oleh norma norma yang memberikan jaminan, nilai-nilai yang menghargai perkembangan (trust), serta melembagakan hubungan yang saling menguntungkan (reciprocal relationships) (Sunyoto usman, 2018:4).

Desa Rimbo panjang merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Kampar yang memiliki areal gambut dan desa ini pernah mendapat kunjungan dari Pemerintahan Norwegia, Presiden Ir.Jokowi dan Mantan Presiden SBY sehingga berpotensi untuk dikembangkan produk unggulan daerahnya. Karena melihat fenomena tersebut Kegiatan Pengabdian ini dilakukan di desa Rimbo Panjang.

Sentra pengembangan nenas di Kabupaten Kampar berpusat pada Kecamatan Tambang dan salah satunya berada di desa Rimbo Panjang yang memiliki area lahan gambut sehingga cocok untuk ditanami jenis tumbuhan ini. Kelompok Nenas berduri di Ketuai oleh Ibu Desi Muliati, S.Pt dan pernah mendapat pendampingan dari BRG-Kemitraan namun BRG-Kemitraan telah berakhir semenjak akhir tahun 2020. Usaha POKMAS nenas berduri menjual berbagai hasil olahan buah nenas, seperti dodol nenas, stik nenas, sirup nenas, pizza nenas, rendang nenas, cake nenas namun mengalami kendala semenjak adanya wabah pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan kerugian pada kelompok usaha nenas berduri, Pelaku usaha nenas berduri mengalami kerugian karena hasil olahan buah nanas pedagang yang tidak laris terjual sehingga menyebabkan membusuk. Modal yang dikeluarkan untuk membeli nenas tidak sebanding dengan jumlah keuntungan yang diperoleh dalam pembelian nenas pada petani nenas. Hasil olahan keripik nenas dan dodol nenas mengalami kerugian karena kurang dilirik oleh pembeli, Produksi menumpuk dan penjualan cenderung tidak merangkak naik hal ini akibat pandemi COVID-19.

Peserta kegiatan yang berasal dari POKMAS Nenas berduri terlihat antusias mengikuti kegiatan ini, hal ini dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi, salah satunya oleh bu Wilda ketua POKMAS bidang produksi dan pemasaran. Peserta berharap adanya dukungan dari berbagai pihak untuk pengembangan POKMAS nenas berduri yang menjadi produk unggulan desa Rimbo Panjang. Dengan adanya Pengabdian ini diharapkan bermanfaat bagi Kelompok Masyarakat (POKMAS) nenas berduri Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar.

Oleh : Drs, Syafrizal, M,Si dan Tim