Masyarakat Budidaya Sayuran Organik Di Lahan Gambut Desa Rimbo Panjang

0
275

Masyarakat Budidaya Sayuran Organik Di Lahan Gambut Desa Rimbo Panjang.

Masyarakat mulai menerapkan kesadaran pola hidup sehat untuk kembali ke alam (back to nature) seperti adanya peningkatan kebutuhan sayuran organik untuk dikonsumsi masyarakat. Sayuran organik merupakan sayuran yang dibudidayakan tidak menggunakan berbahan kimia. Budidaya sayuran organik ini menjadi salah satu potensi peningkatan ekonomi lokal desa, salah satunya seperti Desa Rimbo Panjang yang memiliki luas area 10.000 Ha dan sebagian besar adalah lahan gambut yang mulai melirik sayuran organik ini. Budidaya sayuran organik dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Nenas Berduri Desa Rimbo Panjang yang mendapatkan bantuan dan pembinaan dari Dinas.

Pada Tahun 2021 Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar Bapak Cokroaminoto ikut andil memberikan dukungan untuk membantu masyarakat khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) Nenas Berduri yang beranggotan sekitar 30 orang. Tanaman yang diolah di lahan gambut Desa Rimbo Panjang ini adalah sayuran tanpa menggunakan pestisida tetapi menggunakan pupuk alami, Seperti bawang merah, kangkung, terong, sawi, bayam jepang, kacang panjang dan sebagainya. Di masa Pandemi Covid-19 kebutuhan sayuran organik mulai meningkat. Tidak hanya Kelompok Wanita Tani (KWT) yang membudidaya sayuran organik di Desa Rimbo Panjang tertapi juga partisipasi masyarakat dalam budidaya sayuran organik ini dilakukan oleh petani lainnya sudah mulai memproduksi sayuran organik yang penjualannya hingga sudah menembus pasar swalayan-swalayan di Pekanbaru seperti sayuran organik di Living Word.

Oleh :

Drs.Syafrizal,M.Si dan Resdati,S.Sos.M.Si