Selain Menikmati Kelezatan Bubur Asyuro Saat berbuka Puasa 10 Muharram, Bupati dan Sekda Apresiasi Insan Pers dan Diskominfo Yang Melaksanakan Kegiatan Pelestarian Budaya Lokal Kampar

0
359

Bangkinang Kota, auramedia.co –  Sebagai negeri beradat yang kaya akan budaya lokal, Kabupaten Kampar yang merupakan negeri serambi mekkahnya Provinsi Riau, memiliki budaya yang menjadi kebiasaan turun temurun. Setiap pada 10 Muharram, selain melaksanakan puasa sunnah Asyuro, masyarakat Kampar khususnya masyarakat Bangkinang Seberang memasak bubur Asyuro dengan cara bersama-sama dan bergotong royong. Bubur Asyuro yang sudah masak, akan dibagikan kepada masyarakat sekitar. Guna menjaga kelestarian budaya lokal tersebut, atas inisiatif dari insan pers bekerjasama dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan persandian Kabupaten Kampar, melaksanakan Kacau Bubu Kelamai Asyuro (mengaduk bubur kelamai asyuro) dan di bagikan kepada masyarakat sekitar. Kegiatan yang lahir dari semangat kebersamaan itu, mendapatkan respon positif dan apresiasi dari Bupati dan Sekda Kabupaten Kampar.

Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH, MH Datuk Rajo Bertuah saat di jumpai di Kediaman sesaat sebelum berbuka sembari mencicipi Bubur Assyura yang dibuat para insan pers, Kamis (19/8) mengatakan, bahwa selain buburnya enak untuk dinikmati saat berbuka, tradisi memasak bubur Asyuro ini harus kita lestarikan sebagai budaya lokal Kabuoaten Kampar yang merupakan negeri beradat dan yang dikenal sebagai negeri serambi Mekkahnya provinsi Riau. Sebagai Bupati, kami sangat memberikan apresiasi terhadap inisiatif dari insan pers bersama Diskominfo Kampar yang telah melaksanakan kegiatan memasak bubur Asyuro pada 10 Muharram 1442H/2021M kaki ini.

“Ini hendaknya dapat kita pertahankan dan dikembangkan kembali, ini sejalan dengan Kampar Negeri serambi Mekkah dan negeri yang menjunjung tinggi Nilai-nilai adat dan agama”, ungkap  Catur Sugeng sambil menikmati bubur Assyura bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kampar Hj. Muslimawati Catur.

Tradisi ini merupakan penghormatan kita dalam menyambut 10 Muharram setiap tahunnya, di Kampar kita kenal dengan 10 Assyura, maka sesuai tradisi masyarkat membuat bubur atau bubur Asyyura ” Kata Catur lagi.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs. H. Yusri M.Si menyatakan ucapan tak terhingga atas penyerahan bubur Assyura ini, Alhamdulilah saya hadiah istimewa dari teman-teman media yang sudah membuat bubur Assyura ini, yang di buat secara bersma-sama ” Kata Yusri.

Saya selaku pribadi maupun selaku Sekretaris Daerah merasa bangga dengan hal ini, dan hasilnya telah dibagikan kepada isolasi mandiri si Stanum, serta pembagian sembako kepada masyarakat yang tinggal di jalan Merdeka Desa Salo.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Kampar Yuricho Efril, S.STP., ini merupakan inisiatif dari insan pers Kampar untuk membuat bubur Assyura. “Alhamdulilah buburnya sudah kita Bagikan kepada masyarakat”, ungkap Yuricho.

Yuricho menjelaskan, bahwa bubur Asyuro terbuat dari beberapa bahan utama, diantaranya: Kacang Hijau, Labu, Kacang Tanah, Dabu, Ubi Jalar, Pisang, Jagung, Beras Ketan, Tepung Beras, dan Tepung Pulut. Kesepuluh makanan inilah yang dimaksud mewakili hari Asyuro 10 Muharram” Kata Yuricho Efril.(rls/***)