SMAN 1 Bangkinang Kota Gelar Vaksinasi Sebagai Wujud Dukungan Kepada Pemerintah Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

0
197

Bangkinang Kota, auramedia.co – Sebanyak 107 siswa SMAN 1 Bangkinang Kota telah menerima vaksinasi covid-19 dosis pertama yang diselenggaran oleh pihak sekolah. Kegiatan vaksinasi tersebut sebagai wujud dan komitmen SMAN 1 Babgkinang Kota dalam mendukung program pemerintah. Kegiatan Vaksinai bekerjasama dengan petugas Puskesmas Bangkinang Kota.

Kepala Sekolah SMAN 1 Bangkinang Kota, M. Hendra Yunal, M. Si didampingi Wakil Kesiswaan, Ade Nofitri, Kamis (23/09/2021) di Gor SMAN 1 Bangkinang Kota kepada wartawan mengatakan, bahwa Kegiatan vaksinasi ini merupakan wujud dukungan dan komitmen kita terhadap upaya pemerintah dalam menghadapi pandemi covid-19. Kegiatan vaksinasi merupakan salah satu upaya yang dapat kita lakukan dalam menghadapi pandemi covid-19 yang hingga saat ini sangat mengkhawatirkan, ungkap Hendra Yunal.

Kepsek SMAN 1 Bangkinang Kota, Muhammad Hendra Yunal, M. Si saat meninjau kegiatan vaksinasi yang diberikan kepada para siswanya di GOR SMANSA Bangkinang Kota.

Sementara itu,  Kepada wartawan wakil kesiswaan SMAN 1 Bangkianang Kota, Ade Nofitri mengatakan, bahwa serangan pandemi covid-19 sangat mengkhawatirkan seluruh lini kehidupan, terutama di dunia pendidikan. Sehingga kegiatan vaksinasi ini menjadi menjadi upaya dan langkah awal kita untuk bisa bejalar tatap muka, tidak terbatas lagi, dan kalau bisa full day, ungkap Ade.

“Vaksinasi kita berikan untuk seluruh siswa, mulai dari kelas 12, lalu nanti kita agenda kan lagi untuk kelas 11 dan kelas 10. Total vaksin yang dihabiskan untuk 107 siswa yang telah kita berikan sekitar 54 vial sinovac, merk coronavac,” ungkap Ade Nofitri.

Salah seorang siswa SMAN 1 Bangkinang Kota saat menerima vaksin dari petugas Puskesmas Bangkinang Kota

Sementara itu, Dr Melita Effendi selaku narasumber mengatakan “Untuk sasaran SMA, SMAN 1 Bangkinang Kota yang pertama dan target sasaran untuk hari ini adalah 130 siswa, namun karena ada beberapa yang di tunda sehingga siswa yang baru divaksin itu sebanyak 107 siswa.”
Selain itu Melita juga mengungkapkan efek samping yang akan terjadi setelah di vaksin “Efek samping ada banyak dan berbeda beda setiap orang, yang lebih sering adalah mengantuk lalu pegel pada daerah yang disuntik. Ada juga yang mual sampai muntah tapi sedikitlah, paling sekitar 2-5% aja. Yang demam ada juga tapi sampai saat ini belum ada yang demam paling yang seringnya mengantuk dan mual.” Ungkap Melita.
“Kalau mencari tahu efek samping dari vaksin itu jangan dari berita berita seperti dari WhatsApp, Facebook namun cari dari sumber yang benar seperti petugas kesehatan, atau berita berita yang bersumbernya dari kesehatan. Kalaupun siswanya tidak mau tidak dipaksakan karena, kalau mereka takut tiba-tiba nanti efek sampingnya dari psikisnya yang seharusnya tidak demam jadi demam, yang seharusnya tidak sakit menjadi sakit. Kewajiban pemerintah itu kan untuk membentuk health community supaya kita bisa bebas lagi, tidak pakai masker lagi, tidak banyak yang sakit atau meninggal lagi. Minimal 80% yang divaksin mulai dari umur 12 tahun keatas.” Jelas Melita.(Salsa)