Dispersip Kampar Sambut Kunjungan Pengelola Perpustakaan Sumber Ilmu SMP Negeri 1 Bangkinang Kota

0
340

Bangkinang Kota, auramedia.co – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Kampar menerima kunjungan dari pengelola perpustakaan Sumber Ilmu SMP Negeri 1 Bangkinang Kota. Kedatangan pengelola perpustakaan Sumber Ilmu SMP Negeri 1 Bangkinang Kota adalah untuk menjalin kerjasama dalam pengembangan pengelolaan perpustakaan sekolah.

Kordinator Pengelola Perpustakaan Sumber Ilmu SMPN  1 Bangkinang Kota,  Diana Oktaviani,  S. Pd didampingi, Kasmawati,  SE, (05/10/21) mengatakan,  bahwa kehadirannya ke Dispersip Kabupaten Kampar adalah tindak lanjut dari pertemuan kunjungan Dispersip Kampar ke SMP Negeri 1 Bangkinang Kota beberapa waktu yan  lalu.

Diana Oktaviani juga mengatakan,  bahwa perpustakaan Sumber Ilmu SMP Negeri 1 Bangkinang Kota sangat berharap adanya pembinaan dari Dispersip Kabupaten Kampar. Perpustakaan SMP Negeri 1 Bangkinang Kota sangat bahagia dengan kunjungan yang dilakukan oleh Dispersip Kampar beberapa waktu yang.  Sehingga kunjungan tersebut,  membuka semangat kami untuk menjalin kerjasama agar pengelolaan perpustakaan Sumber Ilmu SMP Negeri 1 Bangkinang Kota dapat lebih baik dan lebih profesional, ungkap Diana.

Kadis Perpustakaan Dan kearsipan Kabupaten Kampar, Drs. Mahadi, MM didampingi Kabid Pengembangan Pembinaan, Akhyar Nur, SE. M. Si saat berdiskusi dengan pengelola perpustakaan Sumber Ilmu SMP Negeri 1 Bangkinang Kota

Sementara itu,  Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kampar,  Drs.  Mahadi,  MM didampingi Kabid Pengembangan dan Pembinaan,  Akhyar Nur, SE. M. Si, Kabid Pelayanan, Musnaini, S. Ag.  M. Si menyambut baik kunjungan dari pengelola perpustakaan Sumber Ilmu SMP Negeri 1 Bangkinang Kota.

“Kalau sudah datang ke Dispersip Kampar,  berarti pengelola perpustakaannya sudah kreativ”, ungkap Mahadi menyampaikan kata motivasinya kepada pengelola perpustakaan Sumber Ilmu SMP Negeri 1 Bangkinang Kota.

Mahadi menjelaskan,  Dispersip Kabupaten Kampar memiliki komitmen yang tinggi dalam pengembangan perpustakaan. Meskipun kita berada dalam pandemi covid-19, kita terus semangat dalam mengelola dan mengembangkan perpustakaan. Baik perpustakaan daerah,  perpustakaan desa,  maupun perpustakaan sekolah,  ungkap Mahadi.

Mahadi menambahkan,  pada tahun ini kita juga melaksanakan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Program yang langsung yang dibina oleh Perpusnas tersebut, melibatkan 11 Perpustakaan Desa (Perpusdes) yang terdapat di wilayah Kabupaten Kampar,  ungkap Mahadi.

Program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial pada intinya adalah program perpustakaan yang dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.  Sasaran program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial tersebut adalah untuk menghasilkan impact. Keberadaan perpustakaan diharapkan dapat memberikan peningkatan pendapatan ekonomi bagi masyarakat. “melalui kegiatan-kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh perpustakaan,  diharapkan dapat menghasilkan impact untuk mensejahteraan masyarakat”, ungkap Mahadi. (Adi Jondri)