Terdapat Perbedaan Sistem Penentuan Suara Syah dan tidak Syah Antar TPS, Basroni Layangkan Gugatan, Dan berharap Mekanisme Pelaksanaan Pilkades Sumber Makmur Mesti Mengacu Kepada Peraturan Bupati Kampar Nomor 54 Tahun 2019

0
256
Tapung,(auramedia.co) – Karena terdapat perbedaan sistem penghitungan surat suara yang Syah dan tidak Syah antar TPS, Calon Kades (Kepala Desa) Sumber Makmur kecamatan Tapung Kabupaten Kampar no urut 01, Basroni layangkan surat gugatan atas perbedaan sistem penghitungan suara yang digelar panitia Pilkades pada Rabu,(24/11/2021). Basroni berharap, aturan pelaksanaan Pilkades mesti mengacu kepada Peraturan Bupati Kampar Nomor 54 tahun 2019, dan bukan hasil Bimtek yang dilaksanakan oleh panitia Pilkades Desa Sumber Makmur.
Seusai mengantarkan surat gugatan ke Sekda Kampar, PMD Kampar dan pihak berwenang, kepada wartawan (26/11/21) di Bangkinang Kota Basroni mengatakan, bahwa sehubungan dengan pelaksanaan Pilkades Sumber Makmur,  terdapat beberapa pelanggaran, yaitu: kesatu, terjadinya perbedaan sistem perhitungan surat suara sah dan tidak sah antar beberapa TPS. Pada TPS 1,2,3 dan 5 berdasarkan bimtek panitia Pilkades yang tidak sesuai dengan peraturan Bupati Kampar, no 54 tahun 2019. Sedangkan pada TPS 4 dan 6 tidak menggunakan aturan penghitungan sesuai dengan dengan Bimtek panitia Pilkades, tetapi mengacu kepada Peraturan Bupati Kampar Nomor. 54 tahun 2019.
Kedua, terdapat pelanggaran pada penetapan surat suara yang dianggap tidak sah, tanpa mengikuti peraturan Bupati Kampar no 54 tahun 2019. Tentang penyelenggaraan pemilihan pilkada serentak tahun 2021, ungkap Basroni.
Sebagaimana tertuang dalam pasal, 51 ayat 1, (satu)e , apabila terdapat lebih dari satu(1) coblosan pada foto calon kepala desa, dan yang satu coblosan lagi tidak mengenai foto calon kades yang lain, atau batas kotak foto calon kades lain,(maka dianggap sah).
Basroni saat memasukkan surat gugatannya ke bagian staf Sekda Kampar
Melalui media ini Jumat,(26/11/202) calon Kades Sumber Makmur nomor urut, 01 Basroni mengatakan, gugatan ini kami sampaikan kepada Bupati Kampar, Sekda Kampar , dan Dinas PMD Kampar serta aparat yang berwenang.
Basroni berharap agar dapat dilakukan penghitungan suara ulang di TPS yang tidak mengikuti dan berpedoman kepada  Peraturan Bupati Kampar, no 54 tahun 2019.
“Saya berharap agar tim Pilkades serentak Kabupaten Kampar supaya dapat menyelesaikan segera persoalan ini dengan arif dan bijaksana, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih,” ujar Basroni.(***)