Susun RDTR Kawasan Perkotaan Siak Hulu, Pemkab Kampar Sampaikan Apresiasi Kepada Kementerian ATR/BPN

0
105

PEKANBARU, (auramedia.co)–Pemerintah Kabupaten Kampar menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional yang telah menjadikan Kabupaten Kampar sebagai salah satu lokasi penyusunan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan yakni Kawasan Perkotaan Siak Hulu. Kegiatan penyusunan RDTR ini akan sangat mendukung pengembangan kawasan perkotaan di Kabupaten Kampar.

Demikian disampaikan Bupati Kampar yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar Ardi Mardiansyah, S.STP, M.Si, pada acara Focus Group Discussion (FGD) 5 “Ekspose Materi Teknis, Rancangan Peraturan Kepala Daerah,
dan Pembahasan Dokumen KLHS Dalam Rangka Penjaminan
Kualitas” Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan
Perkotaan Siak Hulu di Kabupaten Kampar, yang digelar di Hotel Novotel, Pekanbaru, Selasa (7/12/21).

FGD V RDTR Kawasan Perkotaan Siak Hulu ini digelar Direktorat Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. FGD ini dibuka secara resmi oleh Direktur Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang Ir. Sufrijadi, MA.

Disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Kampar Ardi Mardiansyah bahwa permasalahan di Siak Hulu sangat kompleks, salah satunya terkait dengan tapal batas antar Kabupaten/Kota dan permalasahan yang terkait dengan kawasan pemukiman seperti banjir.

Untuk itu dengan adanya RDTR Kawasan pemukiman ini, diharapkan juga mampu mengatasi permasalahan yang muncul di kawasan perkotaan. “Siak Hulu adalah salah satu kawasan yang strategis dengan jumlah penduduk yang cukup padat, yang tentunya juga memiliki permasalahan yang kompleks,” ujar Ardi.

Sementara itu Direktur Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang Kementerian ATR/BPN RI, Ir. Sufrijadi, MA, menyampaikan bahwa penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Siak Hulu ini dilaksanakan oleh Kementerian ATR/BPN dalam rangka mendukung implementasi Online Single Submission (OSS). Kabupaten Kampar merupakan salah satu lokasi penyusunan RDTR, dari 18 lokasi di seluruh Indonesia.

Disampaikan Sufrijadi bahwa Kabupaten Kampar merupakan suatu wilayah yang memiliki potensi luar biasa. “Dengan adanya RDTR ini diharapkan berbagai program di Kawasan Siak Hulu bisa terakomodir didalamnya,” ujar Sufrijadi.

Sementara itu Ketua Tim Penyusunan RDTR Kawasan Perkotaan Siak Hulu Indra Sugito menyampaikan materi tentang RDTR Kawasan Perkotaan Siak Hulu. Permasalahan di Siak Hulu selain soal perbatasan juga masalah banjir dan kondisi existing saat ini, dimana kawasan Siak Hulu selain menjadi kawasan pemukiman juga sudah ada kegiatan industri.

Dalam paparannya, Indra menyampaikan bahwa ada enam pokok bahasan yang disampaikan pada FGD V ini yakni, Pendahuluan, Potensi dan Permasalahan, Rencana Struktur Ruang dan Rencana Pola Ruang, Konsep Pemanfaatan Ruang, Konsep Peraturan Zonasi dan Penutup.

Dalam sesi diskusi banyak masukan yang disampaikan oleh peserta FGD untuk kesempurnaan RDTR ini. Peserta tidak saja dari Kabupaten Kampar tapi juga dari Pemerintah Kota Pekanbaru, mengingat kawasan Siak Hulu berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru.

Kepala Bappeda Kabupaten Kampar Ardi Mardiansyah pada sesi diskusi memberikan masukan diantaranya, agar potensi pariwisata di Siak Hulu juga harus menjadi pertimbangan. Selain itu juga soal batas antara desa yang belum seluruhnya tuntas. Kalau batas dengan kota Pekanbaru secara legalitas sudah tuntas dengan terbitnya Permendagri Nomor 18 Tahun 2015, hanya saja praktek dilapangan masih menyisakan persoalan. “Untuk itu, tapal batas juga harus menjadi pertimbangan,” ujar Ardi. (Herman Jhoni)