Program Pintar Penggerak Tanoto Foundation Mampu Memberikan Energi Bagi Imam Farih Dalam Memberikan Pengabdian Kepada Negeri

0
330
Sebagai seorang guru, pengabdian kepada masyarakat dan negeri menjadi tanggung jawab utama bagi Imam Farih, S.Pd.I, M.Pd. Setiap hari, aktivitas untuk mendidik dan membimbing siswa merupakan pekerjaan utama yang dilaksanakannya.
Pemikiran dan niat sucinya untuk menciptakan generasi terbaik harapan bangsa yang bakal menjadi tulang punggung pembangunan negeri tercintanya, merupakan keinginan yang selalu terpatri dalam hati sanubarinya. Perkembangan zaman dan lajunya pertumbuhan teknologi menuntutnya untuk terus menggali ilmu dan memperluas wawasan, agar niat sucinya untuk menciptakan dan melahirkan generasi berlian bagi negeri tercintanya dapat terwujud. Memperbanyak membaca buku dan rajin mencari informasi tentang ilmu yang dapat menggali dan mengembangkan potensi dirinya, menjadi ciri khas Imam Farih sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
Amanah menjadi kepala sekolah SDN 022 Pasir Sialang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar semenjak Bulan Juni 2020, menjadi tantangan yang harus dihadapinya dalam menciptakan generasi berlian di negerinya. Sekolah yang dipimpinnya yang berada jauh sedikit dari ibu kota Kabupaten kampar, secara perlahan terus ditata dan dikelolanya secara baik dan profesional.
Kehadiran Program PINTAR Penggerak Tanoto Foundation di Kabupaten Kampar menjadi solusi bagi Imam Farih dalam menjawab tantangan amanah yang diembannya sebagai Kepala sekolah dan tenaga pendidik. Banyak ilmu, pengetahuan, wawasan dan pengalaman yang didapatnya dari program Pintar Penggerak Tanoto Foundation yang diikutinya  semenjak bulan April 2021 yang lalu.
Bagi Imam Farih yang juga Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Kampar tersebut, Program PINTAR Penggerak adalah suatu inisiatif Tanoto Foundation dalam mendukung pemerintah membangun model pelatihan guru dan kepala sekolah yang berdampak pada peningkatan prestasi siswa.
Kepada media, (10/12/21), Imam Farih dengan penuh percaya diri bercerita, bahwa Program PINTAR Penggerak mengadopsi model Program PINTAR Tanoto Foundation yang sudah dijalankan sejak 2018, dengan tujuan membangun kapasitas pemerintah daerah untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar (SD dan SMP).
Tanoto Foundation bekerja sama sebagai mitra pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang berkomitmen tinggi. Program PINTAR Penggerak juga bekerja secara ‘holistic’, meningkatkan mutu pembelajaran, didukung oleh peningkatan manajemen sekolah dan partisipasi masyarakat. Pendekatan ini sering disebut ‘Whole School Development’ (WSD – pengembangan sekolah secara menyeluruh).
Secara rinci Imam Farih menjelaskan, bahwa Perjalan Awal Program Pintar Penggerak yang diikutinya dimulai pada Januari 2021 dengan Seleksi Daerah Mitra. Pada Februari 2021 dilakukan Penandatanganan MoU / PKS dengan Pemerintah Daerah. Sementara pada Maret 2021 dilakukan Pemilihan Sekolah Mitra. Dan pada April 2021 dilaksanakan Seleksi Fasilitator Daerah (Fasda). Adapun jumlah sekolah mitra di Kabupaten Kampar yang terlibat pada kegiatan tersebut berjumlah 67 sekolah, terdiri dari 42 SD dan 25 SMP. Sementara Fasda berjumlah 75 orang, terdiri dari 40 orang Fasda SD dan 35 orang Fasda SMP.
Imam Farih juga menyampaikan, bahwa Fasda bertugas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, manajemen sekolah, peran serta masyarakat (PSM), dan budaya baca melalui pelatihan dan pendampingan di sekolah dan tingkat gugus. Adapun Macam- macam kegiatan yang telah dilaksanakan adalah;
1. Pelatihan bagi Fasda tentang Menjadi Trainer dan Fasilitator yang Baik.
2. Pelatihan bagi Fasda tentang LMS dan Aplikasi Pembelajaran.
3. Pertemuan rutin Fasda (District Facilitators Meeting).
4. Pelatihan bagi Fasda untuk Menjadi Fasilitator Pelatihan Persiapan PTM Terbatas (School Readiness).
5. Pelatihan Sekolah Mitra terkait Persiapan PTM Terbatas (School Readiness).
Kelompok MBS: Kesiapan Sekolah dan Pembelajaran Campuran.
Kelompok Pembelajaran: Penilaian Diagnostik dan Pembelajaran Berdiferensiasi.
6. Survey Pengukuran Kegiatan Awal (Baseline) Program PINTAR Penggerak di beberapa Sekolah Mitra yang menjadi sampel pengukuran.
7. Kegiatan Pengenalan LMS Pelatihan dan Aplikasi Pembelajaran Penunjang kepada Peserta Sekolah Mitra.
8. Kegiatan Penguatan Keterampilan Digital dalam Mengakses LMS dan Aplikasi Pembelajaran kepada Peserta Sekolah Mitra.
9. Pelatihan bagi Fasda untuk Menjadi Fasilitator Pelatihan Modul 1 Program PINTAR Penggerak.
10. Pelatihan Sekolah Mitra terkait Modul 1 Program PINTAR Penggerak.
• Kelompok MBS:
Konsep Pembelajaran Aktif, Budaya Baca, Manajemen Berbasis Sekolah, Supervisi Akademik 1, Peran Serta Masyarakat.
• Kelompok Pembelajaran:
Konsep dan Praktik Pembelajaran Aktif, Mengembangkan Pertanyaan dan Lembar Kerja, dan 2 topik khas pembelajaran berdasarkan pada masing-masing mata pelajaran.
Manfaat Pelatihan Modul 1 Program PINTAR Penggerak Kelompok MBS:
1. Unit 1: Pembelajaran Aktif
• Peserta mampu mengenal unsur-unsur pembelajaran aktif.
• Peserta mampu mampu mengidentifikasi contoh-contoh kegiatan pembelajaran untuk tiap unsur pembelajaran aktif.
2. Unit 2: Budaya baca
• Peserta mampu memahami program budaya baca.
• Peserta mampu mengenali kegiatan-kegiatan budaya baca.
• Peserta mampu mengelompokkan kegiatan budaya baca ke dalam: keteladanan, pembiasaan, dan penyediaan buku.
• Peserta mampu merumuskan tindakan kepala sekolah dan pengawas sesuai perannya untuk menciptakan budaya baca: keteladanan, pembiasaan, dan penyediaan buku.
3. Unit 3: Manajemen Berbasis Sekolah
• Peserta mampu memahami pengertian Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).
• Peserta mampu mengidentifikasi ciri-ciri sekolah yang menerapkan MBS.
• Peserta mampu memahami peran dan tugas kepala sekolah dan pengawas dalam penerapan MBS.
4. Unit 4: Supervisi Akademik 1
• Peserta mampu menjelaskan tahapan supervisi akademik.
• Peserta mampu melakukan atau melaksanakan pengamatan pembelajaran.
• Peserta mampu menyusun tindak lanjut kegiatan supervisi akademik.
5. Unit 5: Peran Serta Masyarakat
• Peserta mampu menjelaskan pengertian Peran Serta Masyarakat (PSM) dalam meningkatkan mutu pembelajaran.
• Peserta mampu mengidentifikasi manfaat PSM.
• Peserta mampu menginventarisasi jenis-jenis PSM.
• Peserta mampu mengidentifikasi cara mendorong dan menggerakkan PSM.
• Peserta mampu membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL) Praktik Baik PSM.
Pelatihan dan materi pelatihan dibantu dengan keberadaan Learning Management System (LMS) e-PINTAR Tanoto Foundation yang dapat diakses melalui laman pintartanoto.id. Alur pelatihan setiap unit di Tanoto Foundation menggunakan pola khas yang disebut ICARE; Introduction (Perkenalan), Connection (Penghubungan), Application (Penerapan), Reflection (Perenungan), dan Extension (Pemberlanjutan Konsep). Selain itu, kegiatan pelatihan Modul 1 ini dilaksanakan dengan model pembelajaran campuran; asinkronus dan sinkronus. Pada sesi asinkronus, peserta belajar secara mandiri kapan pun dan di mana pun dengan mengakses LMS. Sementara itu, pada sesi sinkronus, peserta mengikuti pertemuan tatap maya via aplikasi Zoom guna menyinkronkan pemahaman peserta terkait materi yang sudah dipelajari atau guna mendiskusikan tugas-tugas pelatihan yang sudah dikerjakan oleh peserta. Khusus untuk materi Unit 5: Peran Serta Masyarakat, pelatihan dilaksanakan secara tatap muka yang melibatkan kepala sekolah, guru senior, dan komite sekolah dari 67 Sekolah Mitra.
Hal yang menjadi pembeda dari program pelatihan lainnya, Pelatihan Program PINTAR Penggerak dilakukan dengan harapan peserta dapat mempraktikkan langsung materi pelatihan di sekolah masing masing, sehingga banyak praktik baik yang dapat diaplikasikan setelah pelatihan selesai. Sebagai salah seorang Fasda MBS SD, Imam Farih kepada media mengatakan, bahwa Program PINTAR Penggerak Tanoto Foundation yang sudah berjalan semenjak Bulan April 2021 dan berlanjut hingga sampai 2023 tersebut, sangat bermanfaat bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Kampar. Insyaallah, tidak lama lagi akan banyak bermunculan publikasi praktik baik dari sekolah – sekolah mitra sebagai bukti nyata dari implementasi pengalaman yang diperoleh dari program ini, ungkap Imam Farih.
Program Pintar Penggerak Tanoto Foundation sangat membantu dirinya dalam mengembangkan sekolah guna mencapai mutu pendidikan yang berkulaitas. Program Pintar Tanoto Foundation memberikan pengetahuan dan wawasan berharga bagi dirinya sebagai tenaga pendidik yang berniat suci untuk menciptakan generasi terampil harapan masa depan bangsa yang bakal menjadi tulang punggung pembangunan negeri. Program Pintar Penggerak Tanoto Foundation mampu memberikan energi bagi dirinya dalam memberikan pengabdian kepada negeri tercintanya. Program Pintar Penggerak Tanoto Foundation menjadi kekuatan baginya dalam menjawab tantangan masa depan untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Kampar.
Penulis : Adi Jondri Putra (wartawan auramedia.co)