Pascabencana Banjir Sukabumi, 3.994 Rumah Rusak dan 12.567 Jiwa Terdampak

0
225

SUKABUMI, auramedia.co – Hari ke-4 pascabencana banjir dan longsor di Sukabumi, Jawa Barat, jumlah bangunan rusak masih terus bertambah. Bencana dampak cuaca ekstrem yang terjadi pada Kamis (17/2/2022) itu melanda 25 kelurahan di 7 kecamatan. Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi yang diterima Kompas.com, Minggu (20/2/2022) menyebutkan total rumah rusak terdampak banjir dan longsor berjumlah 3.994 unit. Baca juga: Korban Banjir Sukabumi Mulai Terserang ISPA dan Gatal-gatal Meliputi rusak berat 87 unit, rusak sedang 173 unit dan rusak ringan 3.493 unit. Ribuan rumah terdampak banjir tersebut dihuni 4.070 kepala keluarga (KK) atau 12.567 jiwa. Ribuan rumah terdampak banjir tersebar di 25 dari 33 kelurahan di seluruh kecamatan. Kota Sukabumi hanya memiliki 7 kecamatan, yaitu Cikole, Citamiang, Warudoyong, Gunung Puyuh, Baros, Cibeureum dan Lembursitu. “Datanya masih dinamis, masih bisa berubah,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Imran Whardani kepada wartawan, Minggu. Menurut dia, verifikasi dan validasi data¬† masih terus dilakukan tim gabungan di lapangan. “Datanya akan diperbarui secara berkala,” ujar Imran.

Saat ini, pihak BPBD Kota Sukabumi bersama berbagai unsur pemerintahan, TNI, Polri, lembaga sosial kemanusiaan dan relawan masih fokus penanganan tahap tanggap darurat. Para petugas penanggulangan bencana gabungan ini standby 24 jam di Pos Penanggulangan Bencana di Jalan Didi Sukardi, Kampung Tugu, Baros. “Kami bersama para relawan masih membantu warga membersihkan material banjir, rumah dan lingkungan,” kata Imran. “Bantuan terus berdatangan dari donatur, kami juga sudah menyalurkannya. Serta sudah mendirikan dapur umum,” sambung dia. Diberitakan sebelumnya, hujan sekitar 4 jam mengguyur Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (17/2/2022) sore hingga malam. Cuaca ekstrem ini mengakibatkan seratusan rumah, fasilitas umum dan fasilitas sosial serta sejumlah ruas jalan terendam banjir. Bahkan dilaporkan satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka.

Kompas.com