“Pejuang Mimpi”

0
309

Bermodalkan dengan tekat dan niat suci serta restu dari orang tuanya, seorang pemuda Meranti dengan penuh percaya diri pergi merantau meninggalkan kampung halamannya dengan penuh keyakinan dan percaya diri. Pemuda berbadan tinggi tersebut berkeyakinan, bahwa mimpi besarnya bukanlah sebuah angan-angan kosong, seperti ungkapan pepatah, “tong kosong nyaring bunyinya”. Ia berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia akan mewujudkan mimpinya.

Pemuda bernama Fahmi tersebut, merupakan pemuda yang lahir di sebuah kampung kecil di desa Dedap Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti. Daerah Kepulauan Meranti merupakan daerah penghasil sagu berkualitas terbaik di dunia.

Mimpinya dimulai sejak ia menginjakkan kakinya di Kabupaten Kampar Negeri Serambi Mekah Provinsi Riau, (15/01/2022) yang lalu. Di Kabupaten itulah ia bertemu dengan orang-orang hebat. Di kabupaten beradat, beradab dan religius tersebut, Fahmi bertemu dengan seorang wartawan yang juga merupakan seorang direktur perusahaan media online auramedia.co.

Adi Jondri Putra merupakan seorang jurnalis yang suka mendidik dan membimbing generasi muda yang memiliki niat untuk menjadi seorang jurnalis profesional. Sudah banyak anak-anak muda yang dididik dan dibimbing oleh Adi Jondri Putra. Bagi Adi Jondri, mendidik generasi muda merupakan perbuatan yang sangat mulia. Mendidik dan membimbing generasi muda merupakan bagian dari prilaku baik. Mendidik dan membimbing generasi muda merupakan bagian dari upaya untuk selalu menabur kebaikan. Dari situlah, Fahmi semakin yakin dan percaya diri, dengan didikan dan bimbingan Adi Jondri, Fahmi yakin mimpi-mimpi besar itu akan bisa terwujud.

Untuk menjadi seorang wartawan yang kompeten dan profesional, seorang wartawan harus memiliki wawasan yang luas. Dan disinilah, Fahmi di haruskan untuk membaca buku sebanyak mungkin, agar pemikiran dan pola pikirnya dapat berkembang. Dengan pengetahuan dan wawasan yang luas, seseorang akan dapat merubah cara pandangnya terhadap dunia.

Dari sekian buku yang ia baca, ada satu buah buku yang isinya sangat memotivasinya untuk terus maju memperjuangkan mimpi-mimpinya. Buku itu berjudul “SUCCESS Sukses Bukan Mimpi” oleh Andrea Molly, yang didalamnya terdapat satu pepatah Cina, “perjalanan yang dilakukan 1.000 mil dimulai dengan 1 langkah”. Kata-kata itu begitu tertancap di memorinya bahwa ia tidak akan tahu hasilnya jika ia tidak mencobanya.

Ia menjadikan setiap permasalahan yang datang menjadi satu tangga lebih tinggi dari tangga sebelumnya dalam menuju keberhasilannya.

Sebagai seorang wartawan yang senior, Adi Jondri mendidik anak binaannya agar bisa menjadi wartawan yang berpemikiran edialis, menjadi penyambung lidahnya masyarakat dan sebagai penegak kebenaran tanpa memihak dengan alasan apapun.

“Jadilah seorang wartawan yang berfikir edialis nak, seseorang yang mengedepankan kepentingan orang lain diatas kepentingan pribadinya. Ketahuilah wahai anak ku, apa yang kita lakukan untuk mereka, justru akan menjadi bumerang bagi kita esok hari nantinya. Tuhan tidak akan mempersulit kehidupan kita, seperti yang telah kita lakukan terhadap mereka, ujar beliau terhadap anak didiknya itu.

“Apapun yang akan kau tulis, apapun yang akan kau publikasikan, pastikanlah kembali tidak ada yang merasa tersakiti dan dirugikan terhadap apa yang telah kau lakukan. Cintailah pekerjaan mu nak, lakukanlah dengan penuh cinta maka akan kau dapati hasil yang serupa. Aku tidak tahu akan seperti apa engkau esok hari, tetaplah berpegang teguh pada jalan kebenaran dan teruslah menaburkan kebaikan dimana pun engkau berada. Satu hal yang terpenting, apapun keputusannya utamakan cinta didalamnya, karena cinta itulah akan menentukan seperti apa engkau nantinya”. Tutup beliau.

Apa yang telah di kata oleh gurunya itu, menjadikan Fahmi semakin yakin dan percaya jika ia melakukan apa yang telah gurunya katakan mimpi-mimpinya pasti akan menjadi kenyataan nantinya.

Untuk menguatkan mental serta kepercayaan diri, Fahmi juga diajarkan bagaimana untuk peduli. Dan salah satunya menjadi anggota sebuah komunitas Penggiat Literasi Kampar (KPLK) yang berkerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kampar (dipersip), dalam meningkatkan minat baca masyarakat, terkhusus para pelajar dalam membentuk SDM Kampar yang berkualitas.

Dapat besua dan berfoto bersama Bupati Kampar tempo hari, merupakan motivasi tersendiri baginya untuk terus berjuang agar layak berdiri disamping pemimpin negerinya sendiri.

Penulis : Riki Arfandi