Pemprov Kalteng Siapkan Rp 85 M Bangun Kawasan Tambak Udang 40,17 Ha

0
80

Jakarta, auramedia.co – Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran mengatakan tahun ini Pemprov Kalteng akan menggelontorkan Rp 85 M dari APBD untuk pembangunan tahap pertama kawasan tambak udang vaname. Adapun untuk pembangunan shrimp estate tahap pertama seluas 40,17 hektar.

Untuk lokasi tahap pertama berada di Kabupaten Sukamara tepatnya di Desa Sei Raja, Kecamatan Jelai. Selanjutnya shrimp estate tahun 2023 akan dibangun di Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Kotawaringin Timur dan tahun 2024 akan dibangun di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Pulang Pisau.

Pemilihan Sukamara sebagai lokasi shrimp estate tahap pertama sangatlah logis mengingat eksisting tambak sebesar 832 ha dan lokasi perencanaan shrimp estate yang mencapai 1.999 ha.

 

Shrimp estate tahap pertama seluas 40,17 hektar tersebut dapat terintegrasi dengan wisata dan industri perikanan. Tambak ini juga dilengkapi fasilitas antara lain hatchery, cold storage, pabrik pakan, laboratorium kesling dan laboratorium nutrisi pakan.

Sugianto memastikan pembangunan shrimp estate dapat menjadi model nasional yang memberikan dampak tumbuhnya pelaku usaha tambak udang vaname di Kalimantan Tengah. Sehingga dapat mendorong pemulihan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah juga penyerapan tenaga kerja dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita harus bangun kawasan shrimp estate terintegrasi yang saling terkait dengan industri perikanan, sehingga segala kebutuhan terhadap pengelolaan selesai di satu kawasan. Setelah itu dikembangkan menjadi kawasan wisata edukasi, secara tidak langsung kita membangun pusat pembelajaran pengelolaan shrimp estate di Kalimantan Tengah, saya meyakini ini akan menjadi model nasional,” kata Sugianto dalam keterangan tertulis, Minggu (13/3/2022).

Nantinya akan dibangun juga jaringan listrik Saluran Utama Tegangan Menengah (SUTM) sepanjang 4 km, serta jaringan listrik dalam kawasan tambak berkolaborasi dengan PLN. Untuk menunjang tambak udang vaname/shrimp estate Pemprov Kalteng akan melakukan peningkatan jalan Sukamara-Lunci-Jelai sekitar Rp 80 miliar.

“Insya Allah pembangunan akan dimulai pada bulan April tahun 2022, saat ini tim teknis sedang melakukan persiapan-persiapan di lapangan. Karena program shrimp estate ini nanti dikembangkan menjadi kawasan yang terintegrasi dengan wisata dan industri mulai dari hulu sampai ke hilirnya, maka segala aspek pendukung primer dan sekunder harus diperhatikan secara cermat,” ujar Sugianto.

“Saya yakin program shrimp estate ini bukan hanya menjadi daya ungkit perekonomian, tapi akan menjadi salah satu sumber kekuatan ekonomi baru bagi wilayah pesisir Kalteng yang dimulai dari Kabupaten Sukamara, dan menjadi trigger daerah lain,” sambungnya.

Pemprov Kalteng akan menggandeng para ahli dalam mengawal pembangunan, pendampingan teknis dan pengelolaan usaha klaster tambak udang vaname/shrimp estate ini.

Pihak tersebut antara lain Tim Ahli Universitas Gadjah Mada (UGM), PT. Central Proteina Prima, termasuk Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, juga konsultan yang berpengalaman.

“Pengelolaan tambak-tambak yang ada di kawasan shrimp estate Pemprov Kalteng saya pastikan akan melibatkan masyarakat lokal melalui BumDes-BumDes, Kelompok Pembudidaya Ikan, Koperasi-Koperasi dan Kelompok usaha milenial, sehingga masyarakat akan mendapat nilai tambah ekonomis dari program ini, karena sokoguru perekonomian itu terletak pada pemberdayaan masyarakat,” ungkap Sugiantoro.

Ia menargetkan pada tahun 2022 sudah dilakukan panen perdana shrimp estate dan akan mengundang Presiden Joko Widodo untuk peresmian sekaligus melakukan panen perdana.

Dirinya, berharap program shrimp estate Kalimantan Tengah akan didukung maksimal oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan serta kementerian terkait.

Sugiantoro optimis panen perdana tahun 2022 oleh Jokowi akan menjadi starting point dan merupakan momentum strategis pembangunan shrimp estate tahap selanjutnya di Kalimantan Tengah.

“Keberhasilan pembangunan shrimp estate ini tidak hanya agar Kalteng dapat bersaing di industri perikanan nasional, tetapi juga dapat berkontribusi dan bersaing untuk merebut pasar global, serta dapat berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan IKN di Nusantara Kalimantan Timur,” tuturnya.

Gagasan Sugiantoro ini didukung potensi kelautan dan perikanan Kalteng yang memiliki panjang garis pantai sekitar 703,91 km dan potensi laut mencapai 94.500 km2 yang berada di tujuh kabupaten pesisir yang berhadapan langsung dengan laut jawa.

“Potensi kelautan dan perikanan Kalimantan Tengah luar biasa, tapi potensi yang begitu besar itu tidak akan ada artinya bila tidak ada aksi untuk menggerakkan dan mengelola dengan serius, potensi itu akan statis dan pada akhirnya terkubur Bersama harapan. Dalam mengembangkan gagasan terhadap potensi kekayaan sumber daya alam, harus berangkat dari nawaitu yang tulus, yaitu untuk kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Untuk percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan Kalimantan Tengah saat ini juga Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sedang gencar-gencarnya memfasilitasi dan membina UKM ekspor produk kelautan dan perikanan terutama ikan lokal yaitu antara lain ikan seluang, ikan hias botia, ikan betutu, dan ikan tapah yang sangat digemari oleh Negara Singapura, Malaysia, dan Jepang.

Sebagaimana diketahui, launching ekspor produk kelautan dan perikanan telah diluncurkan oleh Gubernur Kalteng pada tanggal 18 Februari 2022 dengan melibatkan antara lain Stasiun Karantina Ikan dan Pengendali Mutu, Bea Cukai, Maskapai Penerbangan, dan Perbankan.

Di samping itu juga Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Pemerintah Kabupaten/Kota membangun kampung-kampung budidaya ikan lokal yaitu Kampung Budidaya Ikan Papuyu di Kabupaten Pulang Pisau, Ikan Patin di Kabupaten Kapuas, Ikan Baung di Kota Palangka Raya, Ikan Jelawat di Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Ikan Gabus di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Sumber : detiknews