Bukti Subsidi Gas Salah Sasaran: 93 Persen Orang RI Pakai LPG 3 Kg

0
266

Jakarta, auramedia.co — Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto menjelaskan selama ini konsumsi tabungΒ gas cair (LPG) 3 kg mencapai 93 persen dari total konsumsi nasional.

Hal tersebut mengindikasikan salah sasaran subsidi LPG. Pasalnya, masyarakat miskin yang layak mendapat subsidi hanya sekitar 20 persen saja. Tapi ternyata yang menikmati subsidi mencapai 93 persen.

“Ini artinya salah sasaran karena orang miskin di kita kan cuma 20 persen, tapi faktanya 93 persen masyarakat Indonesia menggunakan LPG 3 Kg. Ini perlu diatur, engga gampang, susah, dan ternyata engga pernah bisa,” tutur dia dalam diskusi Forum Energizing Indonesia bertajuk Migas & Transisi Energi, Kamis (17/3) malam.

Karena itu, ia menyebut pemerintah ingin menerapkan strategi lain dalam mengubah cara konsumsi gas rumah tangga dengan mengalihkan LPG menjadi jaringan gas (jargas).

“Kita ingin pakai skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), jadi swasta investasi, kalau rugi baru ada bantuan pemerintah,” bebernya.

Selain itu, ia menyebut skema lain yang ingin dipakai pemerintah adalah peralihan dari LPG menuju produk dimetil eter (DME), bahan bakar yang berasal dari batu bara berkalori rendah.

“Dibandingkan subsidi LPG yang puluhan triliun per tahun, kalau itu bisa digeser maka saya yakin impor LPG akan berkurang. Kita punya target di 2027 sudah tidak lagi impor LPG,” ujarnya.

Tingginya konsumsi LPG membuat APBN RI terus boncos. Maklum, 75 persen kebutuhan LPG masih dipasok dari impor.

Selain itu, konsumsi yang disubsidi juga besar. Dalam menggambarkan besarnya beban yang ditimbulkan dari subsidi LPG, Direktur Perencanaan & Pengembangan Bisnis PT Pertamina Patra Niaga Harsono Budi Santoso menyebut saat ini LPG 3 Kg hanya dibanderol Rp4.250/Kg.

Padahal, untuk LPG yang tak disubsidi (non public service obligation/PSO) harga saat ini menembus Rp15 ribu/kg. Bahkan, dengan acuan minyak mentah CP Aramco di level US$900 per metrik ton kini, mestinya LPG dibanderol Rp16 ribu per Kg.

Itu artinya, pemerintah mengeluarkan subsidi di atas Rp10 ribu setiap kilogram pembelian LPG 3 Kg.

“Konversi dari LPG ke sumber energi yang lain tentunya akan mengurangi current account defisit yang sudah berjalan bertahun-tahun,” pungkasnya.

Sumber : CNN Indonesia