Pemkab Kampar Terus Membina Petani Karet Agar Nilai Jual Bokar Bisa Tinggi

0
93

Bangkinang Kota, auramedia.co  – Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan terus berupaya agar harga jual Bokar petani karet Kabupaten Kampar terus meningkat. Para petani diharapkan dapat membuat kelompok tani. Selain mendapatkan bimbingan dan binaan agar harga jual Bokar petani bisa tinggi, petani yang tergabung dalam kelompok akan bisa dan mudah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Demikian disampaikan Kepala Dinas perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar, Ir. Syahrizal melalui Kepala Bidang Usaha Tani, Nur Aini, SP., M. Si kepada wartawan, (08/04/22) di ruang kerjanya.

Lebih lanjut Nur Aini menjelaskan, bahwa Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar terus berupaya agar harga jual Bahan Olah Karet (Bokar) petani bisa tinggi. Salah satu upaya yang telah dilaksanakan adalah dengan melakukan pembinaan dan bimbingan kepada petani karet untuk membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) petani Karet. Melalui KUB Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan para petani akan mendapatkan bimbingan dan pembinaan agar hasil produksi perkebunan petani dapat terjual mahal. KUB juga dapat mengurangi mata rantai penjualan petani kepada pabrik yang merupakan industri hilir Bokar petani, ungkap Nur Aini.

Kepada wartawan Nur Aini juga mengatakan, melalui KUB bisa dilakukan pelelangan dan pemasaran bersama terhadap Bokar petani. Setelah hasil produksi Bokar petani anggota KUB dikumpulkan, maka pengurus KUB bisa langsung bekerjasama dengan perusahaan (pabrik) yang akan menjadi pembeli Bokar petani tersebut.

Kepada wartawan Nuraini mencontohkan, saat ini KUB Karet Mandiri Desa Pulau Sarak Kecamatan Kampar telah melakukan pemasaran bersama untuk menjual Bokar anggotanya. Setiap seminggu sekali, anggota KUB akan mengantarkan Bokarnya kepada KUB. Setelah Bokar anggota KUB terkumpul, maka pengurus KUB akan menjual langsung Bokarnya ke pabrik. Sehingga dengan KUB menjual langsung hasil produksi Bokar petani ke pabrik, berati KUB telah berhasil mengurangi atau memutus mata rantai penjualan Bokar petani. Jika biasanya petani menjual Bokarnya kepada toke, Kemudian toke menjual Bokar ke pedagang besar, Kemudian barulah pedagang besar akan menjual Bokar petani tersebut ke Pabrik. Namun, jika KUB melakukan sistem pemasaran bersama terhadap Bokar petani, maka Bokar yang dikumpulkan tersebut dapat dijual langsung kepada pabrik oleh KUB. “Jika hari ini, harga Bokar dibeki toke Rp. 9.500,’/Kg, maka penjualan Bokar di pabrik berkisar Rp. 11.700,-/Kg . Berarti petani telah diuntungkan sebesar Rp. 2.200,-/Kg, ungkap Nur Aini.

Nur Aini juga mengatakan, dengan pembinaan dan bimbingan dari Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar, maka penjualan Bokar oleh KUB mendapatkan perhatian khusus oleh pabrik. Penjualan Bokar oleh KUB akan lebih tinggi sekitar Rp. 300,-/Kg rupiah dari penjualan Bokar di luar KUB. “Dinas telah memfasilitasi KUB kepada pabrik sebagai penampung atau pembeli Bokar petani tersebut”, ungkap Nur Aini.

Kepada wartawan Nur Aini juga menjelaskan, sebagai salah satu bentuk binaan dan bimbingan, Dinas juga telah mengajak anggota KUB ke pabrik. Para anggota KUB diperlihatkan seluruh jenis atau kelas (mutu atau kualitas) Bokar. Mana yang kelas A, mana yang kelas B, dan mana yang kelas C. Setelah petani melihat secara langsung kualitas berbagai macam kelas Bokar tersebut, petani diharapkan dapat menjaga kualitas Bokarnya, ungkap Nur Aini.

Nur Aini juga menambahkan, untuk menjaga kualitas Bokar, petani disarankan untuk menghasilkan Bokar bersih. Petani juga diminta untuk meninggalkan pemakaian pupuk TSP sebagai pembeku karet. Karena pemakaian pupuk TSP berdampak buruk terhadap kualitas Bokar. Biasanya pupuk TSP sebagai pembeku akan mengakibatkan warna Bokar menjadi hitam dan bisa mengurangi elastisitas karet tersebut. Petani disarankan memakai pembeku asam semut (Cuka atau Deorop).

Kepada wartawan Nur Aini juga menyampaikan, bahwa untuk membantu petani, pada tahun 2022 ini, melalui bantuan kementerian RI, pemerintah akan memberikan bantuan zat pembeku latek (karet). Insya Allah sekitar bulan Agustus nanti, bantuan zat pembeku karet tersebut akan sampai atau diterima oleh petani karet, ungkap Nur Aini.

Nur Aini juga mengatakan, bahwa terhadap KUB Karet Mandiri Pulau Sarak, pemerintah telah memberikan bantuan gudang Bokar. Bantuan gudang untuk menyimpan Bokar tersebut,belah diberikan semenjak tahun 2020 yang lalu melalui APBD Provinsi Riau, ungkap Nur Aini.

Melalui media Nur Aini menghimbau kepada seluruh petani karet di Kabupaten Kampar, agar membuat KUB. Dengan KUB, selain mendapatkan binaan dan bimbingan teknis dari pemerintah, para petani akan mudah mengajukan dan mendapatkan bantuan pemerintah dalam peningkatan hasil produksi dan penjualan Bokar petani, ungkap Nur Aini. (Adi Jondri)