Pj Bupati Kampar Minta Pekan Budaya Nusantara Riau akan Digelar di Kampar Tahun Ini.

0
66

BANGKINANG KOTA, auramedia.co – Dalam memperkenalkan Kabupaten Kampar dibidang Kesenian Tradisional, maka dalam tahun 2022 ini juga Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar mencanangkan akan menggelar Pekan Budaya Nusantara Provinsi Riau.

Potensi seni dan budaya Kampar beragam dan memiliki potensi tinggal bagaimana kita menjadikan dapat mengemas sehingga bernilai ekonomis, salah satu cara adalah bagaimana dapat mendatangkan orang luar mau datang ke Kabupaten Kampar.

Hal tersebut disampaikan Pj Bupati Kampar Dr Kamsol,MM didampingi Kadis Pariwisata Zulia Dharma dan Kadis Kominfo Yuricho Efril,S.STP saat menghadiri Festival Musik Tradisi Gondang Baoguong, Canang World Music Festival yang di selenggarakan di Hutan Pinus Cadika, Kabupaten Kampar, (27/5).

Dihadiri langsung Kasubdit Seni Pertunjukan, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI, Edi Irawan, sebelum pertunjukan dari beberapa para peserta. Dr Kamsol terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada panitia yang menyelenggarankan festival ini dan di laksanakan di hutan pinus Candika yang sangat mendukung.

Ini adalah momentum untuk memperkenalkan kesenian daerah, makanya saya minta akhir tahun 2022 segera laksanakan Pekan Budaya Nusantara Provinsi Riau yang dilaksanakan di Kabupapten Kampar.

Dalam Pekan Budaya nantinya, kita bisa mengundang organisasi kesenian yang ada di daerah luar Riau dan kita juga sekaligus  bisa menampilkan kesenian, makanan, kerajinan serta Destinasi Wisata yang ada di Kabuapten Kampar.

Dengan demikian, mulai sekarang mari kita kemas dengan sebaik mungkin potesni yang ada baik kesenian, kerajinan serta makanan khas Kabupaten Kampar. Selain itu kegiatan ini dan Pekan Budaya nantinya juga akan membangkitkan kembali musik tradisional bagi para seniman Kampar.

Kasubdit Seni Pertunjukan, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI, Edi Irawan yang hadir langsung pada kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi dan dukungan atas terlaksananya kegiatan tersebut guna menguatkan ekosistem kesenian.

Selain itu, Irawan juga menyampaikan bahwa dari Kementrian sendiri akan selalu mendukung dan menyusun regulasi atas apa yang laksnakan oleh kesenian daerah. Ingat, apa  yang kita buat sekarang adalah investasi dimasa mensatang,” terang Irawan.

Sementara itu Direktur Festival, Wan Harun Ismail, S.Pd, M.Sn, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival ini bertujuan untuk membangkitkan antusiasme kreator kreator seni dan meregenerasi kan kelestarian musik tradisi yang menjadi identitas budaya di Kabupaten Kampar.

Dalam pergelaran festival ini,  juga telah diselenggarakan seminar yang membahas bagaimana musik tradisional ini bisa terus exis dan memunculkan inovasi-inovasi yang bisa membuat musik tradisional ini lebih menarik dan bisa di nikmati oleh kalangan yang luas. Hadir sebagai narasumber antara lain Rino Dezapati, M.By, Reizki Habibullah, S.Pd, M.Sn, dan Dr.Sean Hayward, MFA, BM.

Adapun Pergelaran festival sendiri di selenggarakan oleh gabungan dari komunitas komunitas sanggar yang ada di kabupaten kampar, baik dari komunitas tari, musik dan teater yang berkolaborasi dan menjadikan konsep dari “Canang World Festival” ini.(advetorial/Riki Arfandi)