Berikan Materi Kepada Kader PMII, Pj. Bupati Kampar Berpesan Mahasiswa Jangan Mudah di Adu Domba

0
83

Pekanbaru, (auramedia.co)-Penjabat (Pj.) Bupati kampar Dr.H.Kamsol. MM memberikan pengarahan dan meteri Transformasi Gerakan Kader Mujtahid berbasis Media Digital dan teknologi yang berlandaskan Aswaja, dan Pelatihan Kader Lanjutan SE kepulauan Riau-Kepri dan Seminar Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ditaja Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Kegiatan tersebut dipusatkan di Wisma Kuansing Tangkerang Selatan Pekanbaru Provinsi Riau pada Ahad (29/5).

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PKC. PMII Kepulauan Riau Amril Taufik, Mahasiswa Islam Se-provinsi Riau, Kader PMII serta undangan lainnya.

Dalam sambutanya PJ. Bupati kampar menyampaikan Mahasiswa harus menguasai karakter, kopetensi dan literasi, kita harus punya semangat dan harus hati-hati, jangan sampai terprovokasi dan mudah di adu domba satu sama lain.

“kita harus membangun calon generasi muda yang akan memipin dunia yang bakal menggantikan generasi yang sebelumnya” ucapnya.

Selain itu Kamsol juga menyampaikan untuk menciptakan generasi penerus bangsa ini diperlukan berfikir positif saja karna kita tergantung apa yang kita pikirkan, dengan menggunakan pikiran dan menggunakan tujuan hidup kita.

“dengan terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memahami nilai luhur bangsa sehingga muncul generasi pintar dengan nasionalisme yang kuat,” ujarnya.

Dia menjelaskan mahasiswa dituntut memiliki kepribadian yang baik, dan menjadi manusia yang tangguh dengan akhlak mulia, untuk menggantikan generasi sebelumnya. Akhlak artinya memiliki kelakuan yang mulia dan mengutamakan orang lain di atas kepentingannya sendiri.

Dilanjutkan Kamsol dengan peran ini, mahasiswa diharapkan bisa mewujudkan dan memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara agar menjadi lebih sejahtera.

Dirinya juga menjelaskan mahasiswa harus menjadi agent of change (agen perubahan) pemuda Indonesia harus membawa perubahan ke arah yang lebih positif atau baik.

Kamsol juga menjeslakan bahwa mahasiswa diajarkan untuk bisa berpikir secara ilmiah dan mencari kebenaran atau fakta. Selain itu, mahasiswa juga berperan sebagai penjaga nilai di masyarakat untuk mengawasi dan menyuarakan pendapat apabila ada penerapan nilai yang tidak sesuai.

Peran ini membuat mahasiswa dijadikan sebagai acuan dasar untuk berperilaku. Mahasiswa diharapkan bisa mencerminkan nilai karakter yang baik sesuai dengan kemampuan intelektualnya.

Diakhir pemberian materinya Kamsol menyampaikan mahasiswa diharapkan bisa menjembatani hubungan masyarakat dengan pemerintah melalui penyampaian aspirasi, kemampuan mengkritik kebijakan pemerintah atau hal lainnya.***