Study Adat Ke Kampar, Pelajar Amerika di Perkenalkan Makan Badulang, Basiacuong dan sekapur Sirih Setepak Pinang.

0
154

Bangkinang Kota, auramedia.co – Sebanyak 14 orang rombongan mahasiswa Amerika 10 Orang diantaranya merupakan mahasiswa dan 4 orang pendamping melakukan Study Adat ke Kabupaten Kampar, para Mahasiswa Amerika tersebut ingin Belajar Adat dan Budaya Kampar.

Pada kesempatan tersebut mereka di perkenalkan dengan adat Kampar diantaranya Sekapur sirih dan setepak Pinang, Basiacuong dan makan Badulang berkaki tiga, ini merupakan salah satu bagian adat yang di pegang erat oleh masyrakat Kabupaten Kampar. Ini menandakan kita semua sama tidak ada memandang suku, ras atau agama, semua kita sama, mereka saudara kita, dalam bahasa adat sirih balik ke gagang, Pinang balik ke tampuk.

Demikian dikatakan Pj. Bupati Kampar Dr. H. Kamsol, MM melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs Yusri, M.Si saat menyambut kedatangan mahasiswa dari Amerika Serikat yang diadakan di Balai Adat Kampar di Bangkinang Kota, Rabu, 15/06.

Para mahasiswa yang datang berasal dari American Universitas Amerika yakni University of North Carolina at Chapel Hill and North Carolina State University dengan thema to visit us in Bangkinang, Kampar Regency to make freinds and learn our culture” 14 mahasiswa dan pendamping yakni Philippe Gerray, Caleb Yuen, Christian Black, Allison Bradshaw, Katie Parker, Aidan Fleming, Caroline Dutton, Kate Meares, McKenna Lacap, Mikala Croom, Shane Hussey, Matthew, Shane Adam Hussey dan Amy Johannah Hussey.

Kami mengucapkan selamat datang di Kota Bangkinang Kabupaten kampar, semoga para mahasiswa dapat melihat secara langsung adat istiadat yang ada di Kabupaten Kampar, semoga selama di Kampar nyaman dan berkesan, inilah Kabupaten Kampar negeri yang agamis, beradat dan berbudaya ” Kata Yusri Datuok Bandaro Mudo yang juga merupakan Ketua Lembaga Adat Kampar tersebut.

Hari ini baru Amerika yang datang, nanti lagi Belanda mungkin atau Jepang yang ingin ke negeri kita ini ibaratnya sirih yang dimakan di tepak tadi, siri itu kembali ke gagangnya kembali ke Kampar juga, ternyata dari luar negeri kembali di sini, kemudian ada pinang, itu semua memberi makna bahwa kami welcome kepada seluruh tamu dan kami anggap saudara kami yang datang maka kami suguhkan tadi ada pinang ada siri, apalagi di dalamnya tadi ada juga gambir, maka tidak ada perbedaan bahwa kita ini Indonesia, Amerika, Belanda, dan Jepang adalah hidup di bawah naungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ini awal kebangkitan kunjungan wisatawan ke Kampar, dan tonggak sejarah bagi adat Kampar, mereka belajar adat istiadat Kampar, terima kasih pak Kajari yang telah di mulai pak Kajari, semoga yang lain juga dapat mempelopri kunjungan wisata ke Kampar ” Tambahnya lagi.

Sementara itu Kejari Kampar Arief Budiman, SH, MH dalam sambutannya menyampikan kami telah mediasi atas kunjungan dari mahasiswa dari Amerika, mereka ini bertujuan untuk melakukan Study Adat dan budaya, kita harapkan akan ada kunjungan dari universitas atau organisasi, komunitas, Pelajar yang datang ke Kabupaten Kampar semua adat sama tapi lain daerah lain adat ” Lain lalang lain belalang, lain Lubuk lain ikan, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisata pendidikan maupun kunjungan wisata budaya, kuliner maupun wisata alam ke Kabupaten Kampar ” Kata Arief Budiman, SH, MH.

Dapat melihat destinasi yang ada di Kampar, harapan kita ini dapat kita tarik sekali setahun melakukan kunjungan ke Kampar, Mari kita tanamkan untuk dapat berbuat bagi negeri, walau dari manapun profesi, ini semua untuk meningkatkan ekonomi masyrakat ” Kata Arief Budiman.

Sementara itu pimpinan rombongan Mahasiswa Amerika Shane Hussey saat di wawancara mengatakan bahwa ucapan tak terhingga kepada Pemerintah Kampar, Kajari Kampar yang telah memfisilitasi kunjungan kami ini, tujuan untuk mempelajari kebudayaan Kampar, dengan sirih yang di persembahkan kami sudah dianggap saudara, kami akan belajar banyak hal tentang budaya Kampar, mengenali kuliner Kampar dan cultura masyrakat, Masyrakat Kampar sangat baik, kami kenang dan sebarkan kebaikan Kampar ini di Amerika Serikat ” Kata Shane Hussey yang fasih berbahasa Indonesia dan telah tinggal di Indonesia lebih kurang 20 tahun.(advetorial/Riki Arfandi)