Stand Bazar Kabupaten Kampar Pada MTQ Ke-40 Rohil Di Banjiri Pengunjung

0
58

Bagan siapiapi, auramedia.co – Pemerintah Kabupaten Kampar dengan giat memperkenalkan Produk – Produk Industri Kecil Menengah (IKM) dan Kuliner Khas Kabupaten Kampar di Stand Bazar kabupaten Kampar pada Musabaqoh Tilawatil Quran ke-40 Tingkat Provinsi Riau di Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (27/07/2022).

Hingga hari keempat pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 tingkat Provinsi Riau ini Stand Bazar Kabupaten Kampar sudah di Kunjungi Oleh 2000 lebih Pengunjung” Kata Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Deswita Kamsol yang diwakili oleh Misra Hayati Ali  Koordinator Stand Bazar Kabupaten Kampar pada MTQ ke-40 di Rohil.

Bersama Tim Bazar Stand Kampar yang sejak awal menunggu Stand Bazar Kampar bersama dengan Tim dari Dekranasda Kampar diantaranya Sugiatsih, Rahma Nurfadilah, Putri Nofridayani serta dari Anggota PKK Kabupaten Kampar diantaranya Nurhasanah, Jamilah, Sri Mulyani, Eli Gustina, Rendra Hidayat yang setia melayani Pengunjung.

Dengan antusianya Pengunjung yang mendatangi Stand Bazar Kabupaten Kampar Alhamdulillah Produk – Produk IKM dan Makanan Khas Kampar kabupaten kampar banyak laris terjual seperti Batik Kampar, Jahe Merah, Ikan Salai, Pudung Ikan Patin, Kerupuk – kerupuk dari bahan kulit Ikan Patin, Singkong Panggang, Dekla, dan Akasesoris – aksesoris asli kerajinan tangan kampar” Kata Misra Hayati Ali.

Tidak lupa juga Kuliner Khas Kampar Es Tebak sangat banyak Pengunjungnya, setelah dibukanya Stand Es Tebak pada pukul 14.00 Wib, hanya dengan waktu 1 jam Es Tebak nya sudah ludes oleh Pengunjung” Tambah Misra

Ini menandakan Es Tebak Khas Kampar sangat banyak peminatnya di MTQ Tingkat Provinsi Riau di Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir.

Sementara itu Sugiatsih dari Dekranasda Kampar menyampaikan ini sangat baik untuk memperkenalkan Produk – Produk IKM Kampar dan di Harapkan ini akan menjadi nilai tambah sehingga Stand Bazar Kabupaten Kampar mendapatkan nilai terbaik dari Juri Lomba Bazar yang telah ditentukan sebelumnya” Kata Sugiatsih. (advetorial/Riki Arfandi)