Ninik Mamakku Penjaga Negeri Yang Arif dan Bijaksana

0
243

“Jangan Kau Kutuk Mereka”, Wahai Ninik Mamak terbaikku..

Wahai Ninik Mamakku yang arif dan bijaksana,
Aku tahu, bagaimana sedihnya perasaanmu saat ini,
Di kala negerimu, diinjak harkat martabatnya, Oleh mereka kaum elit berkantong tebal.
Budaya, adat istiadat yang terus kau jaga sepanjang masa, saat ini, diinjak dan dilecehkan, karena kekayaan para kaum elit yang mampu membayar perempuan menari di atas meja itu,
Hanya untuk menghibur mereka sekejab mata.
Wahai ninik mamakku yang arief dan bijaksana,
Jangan Sampai kau kutuk mereka di negeri beradat dan berbudaya ini,
Karena kutukanmu itu, benar adanya.
Wahai ninik mamak yang Arif dan bijaksana,
Jangan kau murka kepada mereka, yang telah menginjak harga diri negeri Serambi Mekkah ini,
Biarkanlah mereka menikmati adegan itu,
Biarkan mereka berbuat sesuka hatinya, hingga mereka meluluh lantakkan budaya dan adat istiadat yang selama ini kalian jaga.
Wahai Ninik Mamakku yang Arif dan bijaksana,
Tapi, jangan kalian biarkan adegan seperti video itu terus berada di negeri beradat ini,
Jangan biarkan adegan itu menjadi cerminan tidak dihargainya negeri beradat ini,
Jangan sampai adegan itu, mencerminkan ketidakmampuan kalian menjaga budaya dan adat istiadat negeri ini,
Jangan kalian biarkan, adegan itu sebagai cerminan ketidak mampuan kalian menghadapi para kaum elit berduit yang bergelimang harta.
Wahai Ninik Mamakku yang Arif dan bijaksana…
Jangan kalian terkesan hanya mampu memberikan gelar kehormatan kepada orang yang kalian anggap besar dan berbobot saja.
Jangan kalian terkesan hanya mampu memberikan sanksi kepada anak kemanakah kalian yang kawin sasuku saja,,,,
Jangan kalian hanya terkesan mampu memberikan atau bahkan menjual ulayat kekayaan masyarakat adat kepada mereka yang berkantong tebal saja,,,
Wahai Ninik mamak yang arif dan bijaksana,
Jagalah negeri ini, yang kaya dengan budaya, adat istiadat dan menjunjung tinggi nilai ajaran agama kita…
By. Adi Jondri (Ketua JMSI Kampar), Bangkinang, 23 Agustus 2022.