10 Finalis PHR Goes to Campus Field Trip ke WK Rokan

0
114

Minas, auramedia.co – Setelah sukses menggelar lomba Penulisan Kreatif, Pertamina Hulu Rokan (PHR) Goes to Campus yang digelar di tujuh perguruan tinggi di Provinsi Riau. Akhirnya terpilih 10 finalis terbaik untuk mengikuti lomba penulisan selanjutnya. Road show yang ditaja oleh Forum Wartawan Migas Riau (FWMR) mengajak para finalis untuk field trip (karya wisata) ke Wilayah Kerja (WK) Rokan di Rumbai dan Minas, Kamis (8/9/2022).

Field trip ke lokasi pengeboran minyak terbesar se Asia Tenggara ini dimulai dengan mengunjungi laboratorium Geologi PHR, yang mana laboratorium tersebut merupakan tempat para ahli dan Tim Geologi PHR bekerja. Tampak banyaknya bebatuan berisi fosil-fosil dari berbagai jenis hewan dan tumbuhan yang terperangkap di dalamnya.

Tak hanya itu, di laboratorium geologi juga terdapat gudang penyimpanan berbagai contoh batu. Tempat penyimpanan yang bak perpustakaan itu dipenuhi oleh batu-batuan dari setiap tempat pengeboran minyak. Setiap potongan batu diberi label nama yang terdiri dari, nama sumur tempat pengeboran, lokasi pengeboran, kedalaman ditemukannya batu dan jenis batu tersebut.

Tim Geologi Moh. Irfan dan Rendra Olyuza menceritakan, bagaimana ditemukannya minyak di bebatuan dari dalam tanah.

Moh. Irfan menyebutkan, dari contoh bebatuan ini dapat di lihat, minyak itu tidak mengisi seperti kolam bak bayangan awal yang berpersepsi kalau dibiarkan, disedot nanti bisa jebol.

“Nah ternyata tidak seperti itu, minyak itu hanya mengisi bebatuan dan melempar lebar dan kita harus bisa menentukan bebatuan apa yang terdapat di atas minyaknya yang mencegah supaya minyaknya tidak kemana-mana,” sebut Irfan.

Setelah berkunjung ke laboratorium geologi, field trip dilanjutkan dengan mengunjungi Digital Innovation Center (DIC) yang digunakan sebagai ruang tempat monitoring WK Rokan. Dalam ruang monitor dipenuhi oleh layar digital control tampak memenuhi seluruh sudut ruangan.

Salah seorang peserta finalis PHR Goes To Campus, Ainul Umayyah pada kegiatan field trip ke WK Rokan.

Setibanya di sana, peserta field trip disambut langsung oleh Grace President PHR, Sukamto Thamrin. Kepada para peserta, ia menjelaskan bagaimana tim PHR melihat layar monitor yang dapat melihat seluruh WK Rokan, dimulai dari proses tahap awal pengerjaan proyek pengeboran, sampai dengan tahap dimana minyak siap untuk distribusikan melalui pelabuhan di Dumai.

Dengan adanya layar monitor yang sangat canggih ini, maka tim dari PHR bisa melihat segala pekerjaan yang dilakukan dan mengetahui pekerjaan itu dilakukan secara baik atau tidak.

Sukamto Thamrin juga menyampaikan dalam ruang monitor berisikan data-data yang sangat signifikan, yang tidak dibolehkan orang lain untuk melihatnya.

Dalam ruang layar digital ini dapat dilihat langsung seluruh WK Rokan, dimulai dari tahap awal pengerjaan proyek pengeboran, sampai dengan tahap dimana minyak siap untuk distribusi melalui pelabuhan di Dumai.

Sukamto Thamrin menyebutkan dari sekian banyak layar yg diperlihatkan, masih banyak layar monitor yang tidak ditampilkan. Karena semua data dijaga dengan sebaik mungkin sehingga tidak ada kecolongan data, dan setiap tahunnya data yang tersebut juga akan di publikasikan sebagai bentuk laporan tahunan PHR.

Sekitar pukul 13:00 wib, peserta field trip PHR Goes to Campus dengan menggunakan bus berangkat ke First Discovery Well in Minas (sumur minyak pertama yang ditemukan di Minas). Dalam perjalanan, peserta field trip merasa lebih tertarik lagi dengan hamparan pemandangan WK Rokan yang sangat luas dan melihat panjangnya kilang minyak yg bak pagar di tepi jalan itu.

Sesampainya di sana, peserta field trip disambut langsung oleh ahli sejarah minyak, Endang A.D. Nasution bersama dua orang rekannya M. Syukron dan Hermanto menceritakan tentang sejarah singkat ditemukannya sumur minyak pertama di Minas, yang mana sumur tersebut sudah tidak berfungsi lagi dan hanya tinggal monumen saja.

Endang Nasution mengatakan, “Saya pernah baca sejarah yang menyebutkan bahwa sumur minyak pertama kali ditemukan oleh seorang warga negara Belanda yang bernama Toru Oki pada 1941 yang kebetulan lewat di Minas” kata Endang.

“Setelah melewati lokasi dan meninggalkan penemuannya itu, Toru Oki yang sudah memprediksi adanya minyak di lokasi itu pun pulang ke negara asalnya dan memberitahukan kepada rekan-rekannya tentang penemuannya itu” ucap Endang.

“Selang beberapa lama, Toru Oki bersama anggotanya memutuskan untuk kembali ke lokasi penemuan minyak tersebut, dengan mengingat adanya semburan-semburan air yang memicu mereka untuk kembali. Dan sebagaimana diketahui pada 10 Desember 1943 Toru Oki sudah melakukan pengeboran minyak dan melakukan eksplorasi di daerah tersebut. Sehingga sewaktu ia dan anggotanya kembali, mereka tinggal memancing minyaknya keluar dan ternyata minyak tersebut keluar dengan sendirinya. Setelah itu barulah dinyatakan lengkap sebagai sumur minyak pada 4 Desember 1944 dengan kedalaman pengeboran 2624 feet (800 meter)” tutur Endang.

Sumur minyak pertama di Minas ini merupakan sumur minyak terbesar se Asia Tenggara, dengan prestasi lapangan 1.000.000.000 barrel pada April 1969, 2.000.000.000 barrel pada Mai 1976, 3.000.000.000 barrel pada Desember 1984, 4.000.000.000 barrel pada Maret 1997 dan mencapai tingkat produksi tertinggi 4.500.000.000 barrel pada Februari tahun 2007.

Seusai berkunjung di lokasi penemuan sumur minyak pertama, perjalanan field trip dilanjutkan dengan mengunjungi Gathering Station 1 Minas.

Dimana Gathering Station 1 tersebut sebagai ruang control ke-1 dari 6 Gathering Station yang ada.

Sesampainya di sana, peserta field trip disambut oleh pemateri yang sudah standby di GS-1 yaitu Imam Wicaksono, Harnari Daniel, Oktomi Suryana dan Syafrizal.

Salah seorang pemateri, Oktomi Suryana memaparkan secara lengkap proses aliran (flow process) dari reservoir dalam perut bumi sampai menjadi bahan bakar yang siap untuk digunakan.

Reservoir ialah suatu media penampung fluida (minyak bumi dan gas alam) yang tersimpan di bebatuan.

Dimulai dari pengangkatan reservoir yang masih tercampur dengan air, minyak dan gas. Setelah diangkat, air, minyak dan gas tersebut langsung dipisahkan di berbagai macam tempat penampungan (tangki).

Aliran Minyak akan dialirkan ke boot gas – tangki cuci – tangki pengiriman – pompa pengiriman – meteran minyak mentah dan langsung menuju ke aliran minyak mentah jalur pelayaran Dumai.

Sedangkan aliran gas akan dialirkan ke boot gas – pabrik gas – meteran gas untuk suar – tumpukan suar – turbin gas Minas dan selanjutnya menuju ke fasilitas holding cair minyak mentah jalur pelayaran dumai.

Sementara untuk aliran air akan di alirkan ke sumur produksi – tangki daur ulang – injeksi kimia – boot gas – tangki cuci – tangki klarifikasi – tangki lonjakan – pompa injeksi air – sumur injeksi air dan akan dikembalikan ke dalam perut bumi guna untuk pemulihan minyak sekunder (air).

Tak hanya itu, peserta field trip juga diajak untuk melihat ke dalam ruang layar monitor yang ada di GS-1, dalam ruangan tersebut di jumpai tiga orang yang sedang memonitor kegiatan yang berlangsung di GS-1. Salah seorang monitoring perempuan muda bernama Dinda menjelaskan tentang apa saja yang dapat dilihat dari depan layar monitor komputernya itu.

Dengan melakukan field trip ini,
10 finalis PHR Goes to Campus merasa kagum dan takjub saat dibawa ke WK Rokan. Menjelang pulang, para finalis mulai memikirkan apa judul yang akan di tulis untuk ke depan, dengan harapan mereka bisa menjadi salah satu dari pemenang lomba.

 

Penulis: Ainul Umayyah (salah seorang finalis PHR Goes To Campus)