Wakili Riau, 2 Siswa SMAN 1 Bangkinang Kota Ikuti Lomba Debat PAI Tingkat Nasional

0
343

BANGKINANG KOTA – SMA Negeri 1 Bangkinang Kota kembali mengharumkan nama Kabupaten Kampar di Provinsi Riau pada ajang nasional yang di selenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Ada dua siswa SMAN 1 Bangkinang Kota yaitu Aldi Suhendar kelas XII MIPA 5 dan May Nurul Hasanah kelas XII IPS 1.

Hanya ada tiga perwakilan Riau untuk tingkat nasional ini, satu dari Kabupaten Indragiri Hulu dan dua dari Kabupaten Kampar.

Mereka bertiga menjadi perwakilan provinsi Riau untuk lomba festival debat Pendidikan Agama Islam (PAI) moderasi beragama tingkat nasional.

Kepala SMAN 1 Bangkinang Kota M Hendra Yunal, MPd mengapresiasi prestasi dua siswanya yang menjadi perwakilan provinsi Riau diajang nasional pada bidang lomba debat moderasi beragama.

“Alhamdulillah, saya sebagai kepala sekolah sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada siswa dan guru pembimbing. Ini sangat membanggakan pihak sekolah, apalagi prestasi ini dari bidang non akademik,” ucap Hendra Yunal didampingi guru pembimbing Rinawati MPd, Jum’at (14/10/2022) pagi.

“Ini sebagai penanda SMA Negeri 1 Bangkinang Kota tidak hanya konsen pada bidang akademik saja, akan tetapi juga berfokus meraih prestasi disemua bidang,” imbuhnya lagi.

Hendra Yunal menyatakan akan selalu mendukung siswanya untuk dapat mencapai harapan prestasi yang diinginkan.

“Sekolah akan mensupport penuh kegiatan siswa kita dalam meraih prestasi. Apalagi tema yang diusung adalah toleransi beragama, ini gambaran bahwa sekolah kita menerapkan hal itu,” pungkasnya.

“Insyaallah, ini perlombaan yang bagus, dengan mengusung semangat toleransi beragama. Ada beberapa orang yang non muslim dan mudah-mudahan ini juga akan memberikan percontohan bagi sekolah lain,” ungkapnya.

Dengan menjadi perwakilan Provinsi Riau, Hendra Yunal berharap agar prestasi yang dibawa oleh kedua siswanya ini bisa menjadi pelecut semangat untuk siswa lainnya.

“Kita berharap anak-anak kita bisa berprestasi lebih jauh ditingkat nasional dan akan menjadi motivasi bagi rekan-rekan yang lain. Sebelumnya kita sudah mengantarkan dua orang siswa tingkat nasional di ajang KOSN. Kemudian dua orang O2SN di tingkat nasional juga. Ditambah bidang olahraga sepakbola kita juga bersaing ditingkat nasional,” sebutnya.

Untuk bisa meraih hasil yang memuaskan di perlombaan debat PAI moderasi beragama pada Ahad 16 Oktober 2022 nanti, Hendra Yunal berpesan agar kedua siswanya untuk fokus berlatih menguasai materi.

“Persiapkan diri dengan menguasai materi debat ataupun tema yang diberikan pihak dewan juri dan mempersiapkan fisik dan psikisnya. Kalau fisik dan psikisnya kurang sehat, nanti bisa mengganggu jalannya perlombaan, jangan sampai kalah sebelum peranglah,” tukasnya.

“Kita akan selalu berdoa untuk kesuksesan mereka,” pinta Yunal.

Dalam menghadapi perlombaan ini, Aldi Suhendar mengaku mendapatkan dukungan yang luar biasa dari SMAN 1 Bangkinang Kota.

“Alhamdulillah kita menjadi perwakilan Provinsi Riau dan bangga bisa mengharumkan nama SMA Negeri 1 Bangkinang Kota. Kepala sekolah, guru-guru serta teman-teman sangat mendukung segala persiapan kita dalam menghadapi lomba ini,” sebut Aldi.

Sementara May Nurul Hasanah menyebut telah mempersiapkan segala hal dalam menghadapi perlombaan yang akan dilaksanakan di Kanwil Kemenag Provinsi Riau itu.

“Dibantu guru pembimbing, kita belajar setiap harinya terkait persoalan-persoalan isu yang sedang berkembang untuk menambah wawasan kita dalam lomba nanti,” ungkapnya.

Aldi dan May pun meminta dukungan serta doa dari pihak sekolah dan orang tuanya agar bisa lolos ke tingkat pusat.

“Kepada kepala sekolah, guru-guru, teman-teman dan orang tua kami yang sejak awal mengikuti lomba hingga hari ini mohon doa dan dukungannya agar kami bisa ke Jakarta mewakili Provinsi Riau,” ucap Aldi dan May.

Pada perlombaan nanti, Provinsi Riau berada pada grup F antara ada Provinsi Aceh, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Maluku Utara.

Adapun materi yang akan dilombakan terkait toleransi beragama yang meliputi kultur keberagaman, toleransi beragama, ukhuwah Islamiah, kepedulian terhadap sesama, ekstrimisme kekerasan, demokrasi dan perempuan sebagai pemimpin.(FLS)