Alhamdulillah, Inflasi di Kampar Stabil jika dibandingkan dengan Kabupaten/Kota di Riau

0
60

Bangkinang Kota, aurmedia.co Alhamdulilah Kampar masuk kategori stabil terhadap inflasi. Dimana kondisi diberbagai daerah mengalami ketidakstabilan harga akibat pengaruh global yang tidak menentu.

Harga komoditas pokok di Kampar tidak terjadi kenaikan yang berarti dan daya beli masyarakat sangat tinggi. Harga barang masih stabil.

Ini dikarenakan Basis ekonomi di Kampar ini cukup kuat karena berdasar pada ekonomi konvensional, kita juga sudah menghasilkan cabe dan beras, ini sangat menentukan dan mempengaruhi terhadap kondisi dan tingkat inflasi suatu daerah.

Demikian dikatakan Pj Bupati Kampar Dr.H.Kamsol.MM mengikuti rapat Koordinasi melalui zoom meeting pengendalian inflasi Daerah yang dipimpin langsung oleh Mentri Dalam Negri Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D di ruang rapat lantai II Kantor Bupati Kampar.(7/22)

Untuk dikatahui, bahwa Inflasi Indonesia per kwartal II 2022 berada pada angka 4,94% (year on year). Angka tersebut masih lebih baik dibandingkan beberapa negara lain seperti Uni Eropa di 8,9%, Amerika Serikat di 8,5%, bahkan Inflasi Turki yang mencapai 99%. Alhamdulilah Kampar masih pada tahap yang aman jika bandingkan dengan Kabupaten /kota lain lebih dari 6 Persen” Kata Kamsol. Bahkan inflasi di Kampar lebih rendah dari Penghasil pertanian di beberapa wilayah di Sumbar.

Turut hadir di antaranya Sekretaris Daerah Drs.Yusri.M.Si, Kapolres yang di wakili oleh Waka Polres Rachmat M.Salihi.SIK.MH, Dandim 0331/KPR Kapten Inf Soni Lekson,  Kajari yang di wakili oleh Kasih Datun Gina Olivia dan Kepala Dinas Sosial Muhammad.

Pj Bupati Kampar Dr.H.Kamsol.MM menyampaikan bahwa dalam menjaga inflasi di Kampar sendiri saat ini disektor pangan, Pemda Kampar telah melakukan penanaman padi Teknologi Intensifikasi Padi Aerod Terkendali- Berbasis Organik (IPAD-BO).

Dalam program ini, Pemda Kampar untuk tahap awal akan menanam dilahan seluas lebih kurang 85 hektar, dengan target 500 hektar terbagi dibeberapa wilayah nantinya yang ada di kabupaten Kampar.

Dimana dengan metode ini, hasil produksi petani akan meningkat dan berkualitas. Hasil pertanian masyarakat biasa hanya panen sekita 4 ton/hektar, kedepan nantinya melalui IPAT-BO panen bisa mencapai 8 ton/hektar.

Dengan demikian, Pemkab Kampar bersama para petani akan terus berkomitmen melakukan peningkatan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Kampar, melakukan pendampingan bagi para petani untuk meningkatkan hasil produksi bahan pangan, serta memanfaatkan lahan yang masih bisa di berdayakan untuk mewujudkan ketahanan pangan.

Sementara Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D selaku Menteri Dalam Negeri menyampaikan bahwa beberapa minggu yang lalu Presiden menyampaikan agar Kemendagri dan jajaran terkait dapat melaksanakan monitoring dan evaluasi mingguan tentang Inflasi Daerah.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk membahas sejauh mana menyikapi serta melakukan pengendalian inflasi daerah guna mengetahui apa itu inflasi dan sampai mana sudah langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat serta daerah dalam pemulihan perekonomian.

Dalam paparannya beliau juga memberikan apresiasi kepada daerah yang berhasil dalam menurunkan inflasi daerah berupa Dana Insentif Daerah (DID), dari hasil monitoring dan evaluasi oleh Tim APIP disampaikan bahwa Pemda telah mengambil langkah-langkah pengendalian inflasi daerah terutama dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, namun upaya tersebut belum seluruhnya memperhatikan komoditas pembentuk terjadinya inflasi di Daerah.

Tito menambahkan, supaya inflasi Indonesia terkendali, Presiden mengingatkan jajaran terkait agar bekerja sama untuk mengendalikan inflasi hingga di bawah angka 3%, apabila seluruh kepala daerah dapat bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) maupun Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP).

Ditengah situasi seperti ini, rapat koordinasi bertujuan untuk membahas sejauh mana kita menyikapi serta melakukan pengendalian inflasi daerah guna mengetahui apa itu inflasi dan apa saja langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Pemerintah Pusat serta daerah dalam pemulihan perekonomian di Daerahnya masing-masing.

Ditambahakan lagi kementrian dalam negri berpesan kepada semuanya bahwah intruksi dari Presiden Ri selalu memakai masker di saat melaksanakan kegiatan dan selalu jaga jarak karna ada virus varian baru yang berkembang dan tingkatkan vaksinasi boster atau vaksin ke III.(advetorial/Riki Arfandi)