Musorkablub Koni Kampar  bukan ajang “Pertarungan Sabung Ayam”, Tetapi adalah Pemilihan Ketua yang Berniat Baik Memajukan Olahraga

0
467

Bangkinang Kota, auramedia.co – Proses pemilihan Ketua Koni Kabupaten Kampar semakin memanas. Berbagai isu sengaja dilempar ke ruang publik bagi “pemain” yang menginginkan kekuasaan di organisasi yang mengurus persoalan olahraga tersebut. Musorkablub Koni Kampar  bukan ajang “Pertarungan Sabung Ayam”, Tetapi adalah Pemilihan Ketua yang berniat baik Memajukan Olahraga.

Belum lagi isu “pemain” yang menjual nama pejabat tinggi di negeri ini. Ada yang menjual nama Penjabat Bupati Kampar dan adapula yang menjual nama Sekda Kabupaten Kampar.

Ada calon atau tim sukses calon yang menjual nama Penjabat Bupati Kampar, dan adapula yang menjual nama Sekda untuk melobi suara Pengurus Cabang (Pengcab) demi memenangkan pertarungan tersebut. Kondisi diperpanas dengan isu adanya Pertarungan menggunakan kekuatan finansial. Dan adapula isu yang mengandalkan kekuatan kewilayahan dan kekeluargaan.

Terhadap isu dukungan Penjabat Bupati Kampar sebenarnya sudah tidak perlu dibahas lagi. Karena secara langsung Penjabat Bupati Kampar sudah menyampaikan pada kegiatan penyerahan bonus kepada atlit berprestasi pada Porprov ke X tahun 2022 di Kuansing beberapa waktu yang lalu.

Pada saat pembagian bonus Porprov kemarin, pidato Penjabat Bupati Kabupaten Kampar, DR. H. Kamsol, MM sudah cukup jelas sekali. Kamsol meminta kepada seluruh para calon Ketua umum untuk berkompetisi secara sehat dan benar. Kepada para peserta yang terlibat pada Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) diminta untuk bisa mencari pemimpin KONI terbaik.  Ketua Koni kedepannya diharapakan orang yang betul konsen dan serius untuk  mengurus atlet agar terus berprestasi, mengharumkan nama Kampar pada setiap kejuaraan Cabor, baik di level provinsi, Nasional bahkan Internasional,” demikian kata PJ Bupati Kampar waktu itu.

Ketidakikutan Penjabat Bupati Kampar pada “pertarungan” perebutan Ketua KONI juga diperkuat pernyataan salah satu Ketua Cabor yang merupakan ASN di Kabupaten Kampar. Dalam media Ketua Cabor tersebut, dengan tegas menyatakan, bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan intervensi dari Penjabat Bupati Kampar untuk memilih calon tertentu pada Pemilihan Ketua Umum KONI Kabupaten Kampar ke depan.

Sementara itu, untuk isu keterlibatan Sekda dalam memberikan atau mengarahkan peserta Musorkab untuk mendudukkan salah seorang calon Ketua Koni ke depan belum terlalu mencuat ke ruang publik. namun, hanya beredar pada kalangan tertentu saja.

Sekda Kampar, Drs. Yusri, M. Si secara terang juga tidak pernah mengeluarkan pernyataannya secara resmi di ruang publik. Apakah ada memberikan dukungan kepada salah seorang calon, atau tidak mau ikut sama sekali dalam “pertarungan” calon ketua Koni Kampar ke depan. Pernyataan tidak pernah  mendapatkan intervensi dari Kepala tertinggi ASN di Kampar tersebut, juga belum ada terdengar dari salah seorang ASN yang menjadi Ketua Pengcab di KONI Kampar.

Terlepas dari ada dan tidak adanya intervensi dari Penjabat Bupati Kampar dan Sekda Kabupaten Kampar, Keputusan maju dan tidak majunya KONI ke depan berada di tangan Ketua-Ketua Pengcab yang ada. Jika, para Ketua Pengcab adalah mereka yang memiliki jiwa olahraga, tentu jiwa sportifitas telah tertanam dalam dirinya.

Para Ketua Pengcab diharapkan menyadari, bahwa Musorkablub bukanlah “Pertarungan Sabung Ayam”, tetapi adalah momen untuk memilih Ketua Umum yang bisa memajukan olahraga. Oleh karena itu, Calon ketua Umum dan peserta Musorkablub harus sama-sama memiliki jiwa sportifitas dan berniat baik untuk memajukan olahraga. Tentunya juga harus selalu berada pada jalan-jalan kebenaran. Yang patuh dengan aturan dan ketentuan yang ada.

Namun, jika jiwa sportifitas tidak tertanam dalam diri para Ketua Pengcab, tentulah mereka akan takut sebuah intervensi. Apalagi, jika para Ketua Pengcab memiliki jiwa pedagang, tentulah rayuan uang akan bisa meluluhkan hati dan keputusannya.

Saat ini, masyarakat Kampar khususnya pecinta olahraga, berharap Musorkablub Koni Kampar berjalan lancar dan sukses. Sehingga terpilihlah Ketua Koni Kampar yang dapat memajukan olahraga di negeri Serambi Mekkah Provinsi Riau.

Saat ini, sebahagian besar publik pecinta olahraga Kampar juga menyayangkan kondisi pembinaan atlit yang kurang maksimal. Sangat susah kita menilai, tentang kesungguhan Pengcab dan KONI mengurus olahraga di Kampar. Bahkan, sangat susah kita bicara, jika kita ingin melihat, berapa Cabor kah yang aktif di Kampar. Kehadiran Cabor lebih cenderung hanya mampu melihatkan eksistensinya pada musim-musim tertentu saja.

Para Cabor kadang kala hanya melihatkan tajinya pada waktu pemilihan ketua Cabor dan pelantikan pengurus  Cabor saja. Bahkan, masih terlihat beberapa kantor Cabor yang pintu kantornya selalu tertutup dan terkunci rapat. Padahal, berapa ribu generasi mesti dibinanya untuk menggali dan mengembangkan minat dan bakatnya.

Jika melihat kondisi yang ada saat ini, Publik pecinta olahraga Kampar  tidak begitu bisa berharap untuk kemajuan Olahraga di Kampar saat ini. Publik pecinta olahraga seakan menilai, kinerja Koni dan Pengcab belum begitu optimal dan memiliki keseriusan yang tinggi.

Musorkablub merupakan momen terbaik bagi KONI Kampar untuk memajukan olahraga di Kabupaten Kampar. Karena Koni memiliki tugas pokok untuk merencanakan, mengkoordinasikan dan melaksanakan pembinaan dan peningkatan prestasi Atlet, kinerja Wasit, Pelatih dan Manajer,guna mewujudkan prestasi keolahragaan nasional menuju prestasi internasional, serta turut memperkokoh persatuan dan kesatuan dan ketahanan nasional dalam rangka mengangkat harkat serta martabat Indonesia.

Jika mengacu kepada KONI pusat, Koni memiliki fungsi dan tugas yang meliputi:

  1. Meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa melalui pembinaan olahraga secara nasional.
  2. Memasyarakatkan Olahraga yang dibina oleh anggota KONI guna mencapai prestasi Optimal
  3. Membangun dan membina persahabatan antara bangsa melalui kerjasama dan hubungan keolahragaan, baik pada lingkup bilateral maupun multilateral dalam konteks keanggotaan organisasi olahraga internasional.
Penulis: Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Kampar, Adi Jondri Putra, (29/12/22).