Kesaktian Sumpah Jabatan Sang Penjabat Bupati Kampar

0
164

Pagi ini, (24/05/23), seusai melaksanakan sholat sunnah dhuha’, diriku termenung, bulu-bulu romaku berdiri, saat mendengar sumpah yang dibacakan oleh Penjabat Bupati Kampar, Muhammad Firdaus, SE., MM melalui sebuah video yang dikirimkan oleh anggota Dewan Penasehat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Abu Bakar BN di dalam WA group JMSI Kabupaten Kampar.

Beberapa kali, video itu aku putar dan aku dengarkan dengan baik-baik. Aku lihat gestur Penjabat Bupati Kampar yang baru saja dilantik pada (23/05/23) yang lalu di Balai Serindit Aula Gubernuran Jl. Diponegoro Pekanbaru.

Aku lihat kitab Suci Al Qur’an yang maha Agung, diangkat salah seorang yang diposisikan berada disamping atas kepala sang Penjabat Bupati Kampar, yang banyak menuai ucapan selamat atas jabatan baru yang diembannya tersebut.

Aku pahami baik-baik, kata demi kata, yang diucapkan Firdaus mengikuti apa yang diucapkan oleh Gubri Drs. Syamsuar, M. Si. Paling tidak nya, beberapa kata keluar dari mulut Sang Penjabat yang diyakini oleh banyak orang mampu membawa Kampar lebih baik dan lebih maju di masa yang akan datang.

Kepala Firdaus berada diposisi di bawah kitab suci Al Qur’an, dengan mengucapkan nama Allah, Firdaus bersumpah:
” Demi Allah ,
Saya bersumpah,
Akan memenuhi kewajiban saya, sebagai Penjabat Bupati Kampar, dengan sebaik-baiknya, dan dengan seadil-adilnya.
Memegang teguh Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
Dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya, dengan selurus-lurusnya.
Serta berbakti kepada masyarakat, nusa dan bangsa,” ungkap Firdaus dengan serius mengucapkan sumpah jabatannya tersebut.

Seusai melihat dan mendengarkan video tersebut, saya berdiskusi ringan dengan senior terbaikku, Aprizal Khan sembari menikmati sarapan pagi yang dilengkapi dengan kopi madu di Jl. DI Penjaitan Bangkinang.

Dalam diskusi dengan topik “Kesaktian Sumpah Sang Penjabat Bupati Kampar” tersebut, kami mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang kami munculkan bersama, Apakah sumpah jabatan yang diucapkan seorang pejabat itu ada artinya?, Ataukah sumpah jabatan itu hanya sebagai formalitas yang merupakan kegiatan seremonial seperti resepsi pernikahan saja.

Apakah sumpah yang diucapkan di bawah kitab suci Al Qur’an itu, akan memberikan mudharat (azab) bagi orang yang tidak sesuai ucapan dengan prilakunya nanti?.

Dari hasil diskusi ringan kami tersebut, kami meyakini, jika isi sumpah itu mampu dilakukan oleh Firdaus dalam perilaku dan tindakannya nanti, maka akan menjadi ibadah yang amalnya akan dibalas oleh Sang Ilahi. Namun, jika sumpah itu dikebiri atau dilanggar oleh Firdaus, maka dia juga akan menerima azab dari Allah AZZA Wajallah. Bisa jadi azabnya diterima di atas dunia, dan sudah pasti azabnya akan diterima di akhirat kelak.

Namun, kami juga optimis, Firdaus bakal mampu menjalankan amanah sesuai dengan sumpah yang diucapkannya tersebut. Tetapi, Firdaus harus mendapatkan dukungan penuh dari seluruh stakeholder pembangunan dan seluruh elemen masyarakat Kampar. Yang paling penting adalah, Firdaus harus mendapatkan dukungan penuh dari orang dekat dan keluarganya. Karena berbakti kepada masyarakat, nusa dan bangsa merupakan pekerjaan yang sangat berat. Kemungkinan besar, hanya bisa dilakukan oleh orang yang hati dan jiwanya bersih, bijaksana dalam bertindak. Yang paling utama adalah, Firdaus harus terbebas dari seluruh intervensi, baik dari dalam diri, maupun intervensi dari luar diri.

“Selamat Penjabat Bupatiku yang baru,
Semoga kepemimpinan mu dalam memimpin negeri ini, selalu berada dalam lindungan dan Keridhoan Allah AZZA Wajallah. Majulah negeriku, Sejahtera lah masyarakatku,” gumamku dalam hati.

Penulis: Adi Jondri Putra, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Kampar.